Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:42wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Ganjar Klaim Di Rumah Saja Berhasil Tekan COVID-19, Ini Bukitnya

Selasa, 16-Februari-2021 03:00

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Foto : Jateng Pemprov.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
7

SEMARANG, NETRLNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Gerakan Jateng di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021 mulai menunjukkan dampak yang signifikan seperti penurunan angka kematian hingga angka terkonfirmasi mulai terlihat menurun pada pekan ke-6 tahun ini.

"Jadi penambahannya menurun, bahkan untuk pertama kali kemarin saya dilapori yang terkonfirmasi sudah menurun juga, kalau biasanya panahnya merah-merah naik ini sekarang sudah ada kok hijau," katanya, Senin, (15/2/2021).

Selain itu, Ganjar menyebut sudah tidak ada lagi zona merah di Jawa Tengah, meski rata-rata masih oranye dan belum ada yang kuning, namun ini adalah perkembangan bagus.

Ganjar juga mendapatkan progres vaksinasi tahap pertama di Jateng berjalan dengan baik, hanya saja tetap perlu terus didorong karena pelaksanaan di beberapa daerah masih belum maksimal.

"Vaksinasinya untuk yang tahap kedua Jateng masih bagus, masih tertinggi se-Indonesia, cuma yang vaksinasi (tahap) pertamanya ini perlu digenjot karena masih ada beberapa daerah yang belum selesai," ujarnya.

Terkait dengan vaksinasi di Jateng, Ganjar mengungkapkan pihaknya juga segera menyiapkan metode tambahan yang diterapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rangka target vaksinasi akhir tahun.

Jateng juga mulai menyiapkan untuk penerimaan vaksin yang disebut oleh Menkes dalam waktu dekat akan kembali didistribusikan dan disusul juga vaksin lain selain Sinovac.

"Kita mesti menyiapkan titiknya nanti kira-kira di mana, 'cold chainnya' seperti apa, apakah ada atau tidak, apalagi nanti vaksin dari beberapa jenis yang membutuhkan suhu, bahkan minusnya banyak sekali. Nah ini ada gak peralatannya, kalau selama ini yang sudah ada kita masih bisa 'handle' sehingga kita bisa tinggal lakukan percepatan saja untuk komunikasi dengan pusat," katanya.

Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, lanjut dia, ternyata berhasil menurunkan mobilitas warga dan berpengaruh pada angka penularan COVID-19.

"Kemarin dari dua hari di rumah saja, ternyata dari sisi pergerakannya turunnya luar biasa, 40-50 persen lebih, jadi ini menurut saya berita yang cukup baik. Ini gambar-gambar yang menurut saya menunjukkan optimisme kita, ini tren mingguan yang dirawat juga sudah anjlok," ujar Ganjar, dilansir Antara.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani