Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:51wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Khawatir SBY Melebar ke Mana-Mana, FH: Semoga Polemik Demokrat Segera Selesai

Kamis, 25-Februari-2021 10:45

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Foto : Twitter/SBY
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean merasa khawatir karena menurutnya Susilo Bambang Yudhoyono semakin melebar ke mana-mana.

"Semoga polemik Partai Demokrat ini segera selesai dan tidak melebar kemana2. Sy yakin masalah ini bisa selesai dengan baik," katanya, Kamis (25/2/21).

Sementara sebelumnya diberitakan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut partainya selalu mendapat serangan saat menyatakan sikap yang berbeda dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

SBY mengklaim Demokrat selalu tampil menyampaikan aspirasi dan harapan rakyat. Namun, jalan yang ditempuh Demokrat saat ini tidak mudah.

"Setiap Demokrat tampil dan menyampaikan sikapnya yang memang tidak selalu sama dengan sikap pemerintah dan juga sikap koalisi pemerintahan, kita segera mendapatkan serangan yang keras, masif, dan sistematis dari mereka-mereka yang tidak jelas jati dirinya," kata SBY dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).

SBY menyampaikan Demokrat memilih berada di luar koalisi pemerintahan Jokowi. Keputusan itu menjadi tantangan bagi Demokrat dalam perjuangan.

Presiden keenam RI itu berkata beberapa kali Demokrat harus mengalami kekalahan, termasuk di parlemen. SBY mengatakan kekuatan Demokrat saat ini tak sebanding dengan koalisi gemuk pemerintahan.

"Sebagai partai politik yang berada di luar pemerintahan, tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi yang sangat kuat, kita tidak mungkin bisa mengimbanginya," ujarnya.

Meski begitu, ia coba melecut semangat kader Demokrat. Ia berdoa agar kesabaran, ketegaran, dan semangat pantang menyerah para kader membuahkan hasil manis bagi Demokrat di masa mendatang.

"Sepanjang yang kita perjuangkan itu merupakan aspirasi rakyat, dan kemudian kita lakukan secara damai dan konstitusional, tidak punya niat untuk menjatuhkan pemerintah yang sah, kita tidak akan pernah merugi," tuturnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto