Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:34wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
FH ke Hehamahua: Andai Ngaku Musang, Saya Akan Tepuk Tangani Dia

Kamis, 15-April-2021 10:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahean menanggapi pernyataan Ketua Tim TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua, soal Musa yang mendatangi Fir'aun.

Sebelumnya Abdullah Hehamahua mengibaratkan pertemuan timnya dengan Presiden Jokowi layaknya kedatangan Musa kepada Fir'aun.

Menurut Ferdinand, andai saja Hehamahua mengaku sebagai Musang, dirinya akan bertepuk tangan karena kejujurannya.

"Andai dia ngaku seperti MUSANG, saya akan tepuk tangani dia sebagai orang jujur," kata Ferdinand dalam akun Twitternya. 

Tapi, karena mengaku Musa, dirinya akan menyebut Hehamahua seorang pendusta. "Tapi karena mengaku seperti MUSA, maka saya harus katakan bahwa dia pendusta yang tak tau diri," ujar dia.

Sebelumnya Abdullah Hehamahua menceritakan proses pertemuan timnya dengan Presiden Joko Widodo di Istana.

Dia mengatakan, pertemuan kedua pihak tersebut seperti Musa yang mau datang bertemu dengan Firaun.

Dia mengatakan, awalnya mereka mengirimkan surat kepada Presiden berkanaan dengan peristiwa tersebut.

Akan tetapi, surat itu baru dibalas setelah satu bulan kemudian oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Surat itu disusul telepon dari Istana kepada Sekretaris TP3.

“Bahwa Istana siap menerima besok datang jam 9. 10 orang harus tes antigen dulu," kata Hehamahua dalam video yang diunggah akun Ustadz Demokrasi, Selasa (13/4/2021).

Abdulla menyebut, TP3 sepakat memaknai pertemuan itu seperti pertemuan antara Nabi Musa dengan Firaun. “Kita (TP3) sepakat, kita datang sepeti Musa datang ke Firaun,” ucapnya.

Akan tetapi, Abdullah buru-buru menjelaskan bahwa bukan berarti pihaknya menganggap bahwa Jokowi adalah Firaun.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli