Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:52wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Jika Jadi Gubernur, FH Akan Pelihara Tuna Wisma dari APBD, Sindir Siapa?

Rabu, 17-Februari-2021 09:55

Akun Twitter Ferdinand Hutahaean
Foto : Twitter/Ferdinand
Akun Twitter Ferdinand Hutahaean
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politikus Demokrat berpikir seandainya ia menjadi Gubernur, maka ia akan menggunakan banyak dana APBD untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

"Msh banyak panti asuhan yg semestinya lebih prioritas dpt bantuan dari APBD daripada ormas2 atau yayasan2 yg justru milik org kaya. Msh banyak warga miskin tuna wisma yg mestinya dipelihara dari APBD daripada membantu kemewahan bagi golongan mampu," kata Ferdinand Rabu (17/2/21).

Ia menambahkan bahwa hal itu dia sampaikan seandainya ia menjadi Gubernur.

"Pikiranku kalau jd Gubernur," tulis Ferdinand.

Tidak jelas sindiran itu ditujukan ke siapa. 

Namun secara terpisah, diberitakan sebelumnya soal Yudhoyono Foundation yang mendapat bantuan dana hibah.

Yayasan yang didirikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini dituding menerima dana hibah sebesar Rp 9 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Tudingan itu disampaikan oleh pengguna akun Instagram, @catlady898. Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, akun tersebut mengunggah sejumlah foto dengan tampak depan berupa wajah Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang merupakan ayah AHY.

Dalam unggahannya itu, akun tersebut menulis narasi bahwa dalam anggaran APBD Kabupaten Pacitan Tahun Anggaran 2021 Yayasan Yudhoyono Foundation mendapatkan hibah sebesar Rp 9 miliar.

"Ngeri-ngeri sedap barang ini! Pantesan sepi dari pemberitaan nasional dan lebih fokus gaduh permasalahan isu kudeta di internal Partai Demokrat," tulis akun tersebut.

Saat Tempo mengunjungi profil, akun tersebut dikunci dan hanya pengikutnya saja yang bisa melihat isi unggahan di akun @catlady898.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra putra enggak mengomentari persoalan ini. "Saya tidak dalam kapasitas untuk menjawab itu, karena saya di Partai, bukan di Yayasan," kata dia Jumat, 12 Februari 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto