Netral English Netral Mandarin
07:13wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ramalkan Masa Depan, Ferdinand: Anies Tak Akan Mendapat Tempat di Pilpres 2024, Lihat Saja Nanti!

Rabu, 24-Maret-2021 17:49

Ferdinand Hutahaean
Foto : JPNN
Ferdinand Hutahaean
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama Anies Baswedan dalam bursa calon presiden untuk Pemilu 2024 tampaknya semakin membaik. Setidaknya, dalam hasil survei menunjukkan peringkat tertinggi untuk pemilih kalangan muda.

Meski demikian, bagi lawan politiknya, tetap saja sosok Anies dianggap tidak baik. Salah satunya adalah pandangan Ferdinand Hutahaean yang beberapa waktu terakhir terus-menerus mengkritisi kebijakan Gubernur Anias Baswedan. 

Yang terbaru, pada Rabu Sore (24/3/21), Ferdinand mencuit pendek menanggapi hasil survei. Ferdinand meramalkan tahun 2024, nama Anies tidak akan mendapat tempat. 

“Anies tak akan mendapat tempat di Pilpres 2024, lihat saja nanti,” kata Ferdinand.

Sementara sebelumnya diberitakan, persentase Anies Baswedan dalam hasil survei calon Presiden Republik Indonesia 2024 mendapat peringkat tertinggi di kalangan anak muda. Nama Anies diurutan teratas mengalahkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, Anies mendapatkan persentase tertinggi yaitu 15,2 persen dalam calon presiden untuk 2024 mendatang. Disusul Ganjar Pranowo 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen.

Sementara itu, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto mendapat suara masing-masing 9,8 persen dan 9,5 persen. Di posisi keenam ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,1 persen.

Moncernya nama Anies di kalangan anak muda mendapat beragam reaksi. Khususnya soal capaian mantan Mendikbud era Jokowi itu selama memimpin Jakarta hampir empat tahun ini.

Sudah layakkah Anies maju di Pilpres tiga tahun mendatang?

"Itu kapital bagus bagi Anies,namun sekmen anak mudanya perlu pendalaman yang lebih rinci," kata Ketua DPP PKS, Bukhori Yusuf kepada merdeka.com, Senin (22/3).

Dia juga menilai Anies berpotensi bisa memikat hati anak muda pada Pemilihan Presiden 2024. Namun Bukhori menggarisbawahi, peluang Anies akan tergantung pada partai politik pendukungnya nanti.

"Tergantung partai pendukung tetapi Anies berpeluang lebih besar," katanya.

Komentar keras diutarakan oleh PDIP. Nama Anies moncer dinilai karena kurangnya pemahaman politik terhadap para anak muda.

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa pendidikan politik bagi generasi Z masih sangat dibutuhkan.

Dia memahami mengapa mayoritas anak muda usia 17-21 tahun dalam survei tersebut memilih Anies sebagai calon pemimpin negara ini. Menurutnya, anak muda usia tersebut hanya mengenal Anies di panggung depannya saja.

"Hasil survei ini bisa menjadi pelajaran untuk anak muda. Jangan lihat covernya saja. Pilihan mereka masih didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan emosional," kata Pantas saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/3).

Survei Indikator Politik dirilis pada hari Minggu, 21 Maret kemarin dan dilakukan pada 4-10 Maret 2021. Usia responden antara 17-21 tahun berjumlah 1.200 responden.

Survei ini menggunakan kontak telepon. Asumsi metode simpel random sampling, ukuran sampel 1.200 repsoden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pantas yakin, anak muda tersebut tidak mencari tahu betul-betul apa saja kebijakan yang Anies buat selama memimpin DKI Jakarta. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta itu pun berharap, generasi Z mau lebih aktif mencari tahu kinerja Anies, bukan hanya dari instagram pribadinya ataupun media sosial Pemprov DKI Jakarta saja.

"Saya yakin mereka belum mampu mencerna dan mencari tahu seluk-beluk kinerja Anies. Seperti anggaran dana yang dia keluarkan dalam setiap kebijakannya," kata Politisi dari fraksi PDIP itu.

Pantas kemudian menyinggung beberapa kebijakan Anies yang dianggap memboroskan anggaran Pemprov DKI. Seperti penyelenggaraan Formula E yang ditunda, namun telah menghabiskan anggaran hampir Rp 1 Triliun. Sebagai informasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta baru saja menuntaskan audit penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

Hasil audit tersebut mencatat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan pembayaran kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E senilai 53 juta poundsterling Inggris atau setara Rp 983,31 miliar di tahun 2019-2020.

"Kalau kita lihat dalam perjalanannya, Gubernur DKI kan tidak bisa kerja, banyak gagalnya. Jadi yang mau saya dorong yaitu supaya kita bisa memberikan pendidikan politik yang baik ke generasi muda," ungkapnya.

Bagi Partai Demokrat, akan fokus meningkatkan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Demokrat optimis sang ketua umum bisa mengalahkan elektabilitas Anies Baswedan.

Dalam survei tersebut terdapat 4,1 persen anak muda memilih AHY jadi presiden. Sementara itu 15,2 persen anak muda ingin Gubernur DKI Anies Baswedan jadi presiden.

"Kami tetap optimis masih terbuka jalan untuk meningkatkan dan mengejar ketertinggalan elektoral Mas Ketum AHY terhadap kompetitor lainnya," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani dalam keterangan pers, Senin (22/3).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto