Netral English Netral Mandarin
03:50wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ferdinand: Takut dan Kuatirlah pada Covid-19 yang Membunuhmu, Bukan pada Vaksin yang...

Rabu, 13-January-2021 10:44

Ferdinand mengatakan Takut dan Kuatirlah pada Covid-19 yang Membunuhmu, Bukan pada Vaksin yang menyelamatkanmu.
Foto : Istimewa
Ferdinand mengatakan Takut dan Kuatirlah pada Covid-19 yang Membunuhmu, Bukan pada Vaksin yang menyelamatkanmu.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hari ini, Rabu (13/1/21), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani vaksinasi Covid-19 pertama di Indonesia. Apa yang dilakukan sebagai contoh untuk mengajak semua warga Indonesia agar tidak takut vaksin Covid-19. 

Mengenai hal ini, mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan: "Takut dan kuatir itu boleh, tapi takut dan kuatirlah pada hal yang tepat bukan pada hal yang keliru. Takut dan kuatir pada hal yang keliru akan membuatmu salah memutuskan langkah hidup."

"Takut dan kuatirlah pada Covid-19 yang membunuhmu, bukan pada Vaksin yang menyelamatkanmu..!" tegas Ferdinand.

Sebelumnya diberitkan, setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah, cek suhu, dan diajukan beberapa pertanyaan, Presiden Jokowi lantas duduk untuk bersiap disuntikkan vaksin.

Adapun pihak yang bertugas menyuntikkan Vaksin Sinovac adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Dr Abdul Muthalib.

“Tidak terasa sama sekali,” ujar Presiden Jokowi, menjawab pertanyaan dokter.

Setelah disuntik vaksin, Presiden lantas menunggu selama 30 menit. Waktu tersebut ditujukan untuk melihat apakah ada gejala reaksi alergi dari vaksin. Sambil menunggu, Presiden Jokowi juga melihat peserta lain yang turut disuntikkan vaksin.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto