Netral English Netral Mandarin
03:00wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Usai OTT KPK, Ferdinand Hutahaean: KPK Payah tapi Ngakunya Dilemahkan

Sabtu, 27-Februari-2021 13:04

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti tentang kinerja KPK yang menurutnya tak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. Berhasil lakukan OTT tapi biaya operasional lebih besar.

"Jumlah Pegawai  @KPK_RI  saat ini sekitar 1586 orang dengan anggaran Rp.1,3 T cukup besar. 1,3 T = 1300 Milliar. Tp yg di OTT korupsi 1 Miliar," kata Ferdinand, Sabtu (27/2/21).

"Bagus sih tp tdk bagusnya ada APBD 1,6 T utk Formula E yg tdk jelas saat ini dibiarkan begitu sj. KPK payah, tp ngakunya dilemahkan.!" lanjut Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Jumat (26/2/2021) tengah malam atau Sabtu (27/2/2021) dini hari. Ia tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Hal ini dibenarkan Jubiir KPK Ali Fikri. Nurdin saat ini diberangkatkan ke Jakarta untuk ditahan di kantor KPK pusat.

Lalu berapa banyak kekayaan sang gubernur?

Pria ini menjabat sebagai gubernur sejak 2018 lalu. Ia dinyatakan memiliki kekayaan senilai total Rp 52,09 miliar dalam pelaporan kekayaannya pada 2020 namun jumlah ini masih dalam proses verifikasi.

Sedangkan berdasarkan pelaporan kekayaan tahun sebelumnya hingga periode 29 April 2020, jumlah kekayaannya baru mencapai Rp 51,35 miliar. Ini termasuk utang-utang yang dimilikinya.

Artinya dalam waktu satu tahun terakhir kekayaannya telah bertambah Rp 739,76 juta. Dari jumlah tersebut, mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaannya terdiri atas sejumlah aset.

Dinukil CNBC, berikut rinciannya:

- Tanah dan bangunan senilai Rp 49,36 miliar

- Alat transportasi dan mesin senilai Rp 300 juta

- Harta bergerak lainnya senilai Rp 271,30 juta 

- Kas dan setara kas senilai Rp 267,41 juta

- Harga lainnya senilai Rp 1,15 miliar

- Utang senilai Rp 1,25 juta

Berdasarkan situs resmi Provinsi Sulsel, Nurdin saat ini mengemban posisi sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia dan President Director of Global Seafood Japan.

Selain itu dia pernah juga mengisi jabatan sebagai Direktur Kyusu Medical Co. Ltd. Japan dan Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar. Sebelum menjadi gubernur, dia lebih dahulu menjadi Bupati Bantaeng periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Dari segi pendidikan, dia mengecap pendidikan di tanah kelahirannya Pare-Pare Sulawesi Selatan tahun 1976 untuk SD dan 1979 SMP. Lalu menamatkan pendidikan SMA pada 1982.

Dia melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UNHAS. Mendapatkan gelar magister dan doktoralnya di jurusan Agriculture di Kyushu University Jepang tahun 1991 dan 1994. Saat ini pria dengan tiga anak ini juga merupakan Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sejak2015

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto