Netral English Netral Mandarin
13:32wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ferdinand: Kalau Tukang Sebar Hoax & Ujaran Kebencian Tak Ditangkap, Indonesia Jadi Barbar

Sabtu, 13-Februari-2021 17:10

Ferdinand Hutahaean
Foto : Twitter
Ferdinand Hutahaean
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Ferdinand Hutahaean mempertanyakan kalau pengkritik Presiden Joko Widodo yang dipenjara. Malahan, mereka yang ditangkap penyebar hoax dan fitnah. 

Apalagi, kata Ferdinand jika tak ada penegakan hukum. Indonesia bisa menjadi negara barbar. 

"Masa sih mengkritik Jokowi dipenjara? Koq saya blm temukan buktinya? Tapi kalau penyebaran hoax, fitnah, penghasutan dipenjara, betul ada. Dan itu sdh sesuai hukum yang berlaku. Bukankah tugas Polisi menegakkan hukum?Nanti kalau tdk diproses hukum, negara ini jd negara barbar," tulisnya dilansir di Jakarta, Sabtu (13/2/2020). 

Ferdinand juga menuliskan kalau buzzer atau anti kritik membentuk stigma buruk bagi presiden dan koalisinya. 

"Koar2 ttg buzzer dan anti kritik itu hanya isu propaganda opini utk membentuk stigma negatif bg Pres dan Koalisi Kekuasaan. Mrk akan berpura2 tertindas, pdhl memfitnah Pres @jokowi dgn tuduhan otoriter dan anti kritik sj mereka berani sambil tertawa, tak ada ketakutan. Munafik.!, " tulisnya lagi. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati