Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:01wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Fakta Mengejutkan jika Anda Berwisata ke Mandalika

Senin, 15-Maret-2021 20:00

Keindahan Mandalika salah satu destinasi super prioritas.
Foto : Kemenparekraf
Keindahan Mandalika salah satu destinasi super prioritas.
23

MANDALIKA, NETRALNEWS.COM - Pernahkan Anda membayangkan menyaksikan lomba balap motor kelas dunia sambil menikmati keindahan pantat di sekitarnya.

Ya, Mandalika memang bakal jadi Jajang tontotan balapan kelas dunia tahun depan. Namun, sebelum Anda berkunjung ke Mandalika, silakan pelajari dulu keadaan kontur dan destinasinya.

Mandalika seluas 1.250 hektare penuh dengan keindahan. Terletak di selatan Lombok, Mandalika merupakan kawasan luar biasa dengan pantai yang indah, hotel kelas atas, taman hiburan, klub paling keren, dan Sirkuit Jalan Mandalika kelas dunia. Mandalika telah mendapatkan popularitas sebagai tujuan wisata yang menakjubkan.

Bahkan Mandalika masuk dalam daftar 5 destinasi super prioritas ala Menteri Pariwisata, Wishnutama Kusubandio saat itu. Lima destinasi itu meliputi Danau Toba, Likupang, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

Masuknya Mandalika dalam Lima destinasi super prioritas itu menurut saya sangat tepat, mengingat Mandalika memiliki segudang pesona alam yang indah, asri dan mampu menghipnotis siapa pun yang mengunjunginya.

Buktinya, selain sebagai bagian dari Lima destinasi super prioritas, Mandalika juga sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pada tahun 2017.

KEK ini meliputi bidang pariwisata yang diharapkan mampu menjadi tempat liburan yang representatif di Lombok karena sudah dilengkapi dengan beberapa hotel dan fasilitas rekreasi lainnya.Mandalika sendiri merupakan kawasan wisata seluas 1.035 hektar di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun tempat wisata yang menjadi incaran para wisatawan di Mandalika ialah Pantai Kuta, Pantai Seger, Pantai Sereting, Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, Batu Payung, dan Pantai Grupuk.

Pantai Kuta

Namanya memang mirip dengan salah satu pantai di Bali, yaitu Pantai Kuta. Nama pantai ini merujuk pada posisi pantai yang terletak di Desa Kuta.Karena kemiripan nama itu, masyarakat sering membanding-bandingkan Pantai Kuta Lombok dengan Pantai Kuta Bali.

Masyarakat umum, khususnya pecinta pantai yang sudah berkunjung ke kedua pantai ini menilai kalau pantai Kuta Lombok lebih indah, lebih bersih dan lebih sepi dari

Pantai Kuta bukan hanya milik Bali, tapi di Lombok juga ada.

Pantai Kuta Pantai Kuta Lombok bisa kita lihat dari hamparan pasir pantianya yang berwarna putih dan bersih, seluas 7,2 kilometer, apalagi saat hamparan pasir putih itu bergelombang dengan sedikit di hiasi oleh beberapa terumbu karang, benar-benar eksotis dan menakjubkan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi peluncuran e-tourism Go Mandalika sebagai upaya mendorong digitalisasi sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

E-tourism Go Mandalika  merupakan salah satu platform digital yang dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, untuk memberikan kemudahan kepada wisatawan dalam memperoleh informasi mengenai pariwisata di wilayah tersebut. Wisatawan dapat mengaksesnya melalui www.gomandalika.com.

Terpilihnya nama Mandalika, karena Mandalika merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas tanah air. Sehingga, diyakini dapat memperkuat brand image platform digital tersebut.

“Hari ini, alhamdulillah kita luncurkan gomandalika.com. Saya sangat mengapresiasi pariwisata Mandalika yang di masa pandemi ini telah mewujudkan penerapan teknologi informasi atau e-tourism sebagai langkah pengembangan pariwisata di era digital,” ujar Menparekraf Sandiaga, saat memberikan sambutan, saat acara “Launching _e-tourism_ Go Mandalika” secara daring, di Jakarta, Senin (15/3/2021).

Go Mandalika menerapkan konsep website majalah, agar wisatawan dapat merasakan sensi membaca majalah yang ringan dan tidak membosankan. Hal ini didukung dengan penggunaan gambar dan artikel mengenai destinasi wisata yang sangat beragam dan berkualitas. Salah satu rubrik Go Mandalika, yaitu rubrik MotoGp yang secara khusus menginformasikan pengembangan rute MotoGp Mandalika 2021. Selain itu, Go Mandalika juga menyediakan ruang bagi artisan lokal untuk mempromosikan produk dan karya kreatif mereka.

“Saya ingin platform ini tidak hanya sekadar menjadi media informasi terpercaya, melainkan juga menjadi rumah kolaborasi digital bagi stakeholders_pariwisata di Lombok Tengah. Selamat untuk kabupaten Lombok Tengah atas peluncuran gomandalika.com. Semoga kedepan e-tourism dapat dikembangkan lebih luas lagi, demi kemajuan pariwisata Lombok Tengah dan Indonesia tentunya,” ujar Sandiaga.

Sirkuit yang akan dijadikan ajang balap motor GP. (Dok: Kemenparekraf)

Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Menparekraf kepada masyarakat yang ada di Lombok Tengah. Perhatian tersebut diharapkan menjadi tambahan semangat bagi masyarakat dalam memajukan daerah ini, khususnya di bidang pariwisata.

Lombok Tengah kini menjadi salah daerah prioritas bagi pemerintah pusat dalam pengembangan destinasi wisata tanah air. Untuk itu penting untuk mendorong seluruh pihak bersama-sama berupaya melestarikan dan mempromosikannya.

“Salah satu upaya kami adalah dengan membuat e-tourism gomandalika.com. Melalui online platform ini Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyediakan berbagai macam informasi mengenai pariwisata Lombok Tengah yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Dengan sekali klik masyarakat dunia dapat menjelajahi kabupaten Lombok Tengah dengan segala keindahannya secara virtual,” kata Pathul Bahri.

Melalui kesempatan ini, Pathul Bahri, berharap perekonomian masyarakat Lombok Tengah, khususnya pelaku pariwisata dapat kembali bangkit.

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani