Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:02wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Faisal Basri: Pemburuan Rente Kian Merajalela Bikin Radikalisme Tumbuh Subur

Jumat, 02-April-2021 18:15

Ilustrasi radikalisme
Foto : Istimewa
Ilustrasi radikalisme
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Faisal Basri mengungkapkan kalau pemburu rente kian merajalela. Apalagi, semua lini sudah dikuasis oligarki.

Faisal menambahkan penikmat mafia pada semua lini membuat jurang kaya dan miskin makin melebar. Tentu saja, kata dia membuat radikalisme tumbuh subur.

"Pemburuan rente kian merajalela: beras, gula, garam, nikel, batu bara, dan banyak lagi. Penikmatnya segelintir oligarch. Jurang kaya-miskin melebar, tax ratio melorot terus. Tidak heran kalau radikalisme tumbuh subur," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Faisal menambahkan terdapat tugas dan sektornya masing-masing bagi pemburu rente. Dia mengklasifikasikan kalau terdapat value extraction yang ada.

"Jadi ada pembagian tugas berburu rente: 11 pabrik gula rafinasi yg semuanya swasta dpt jatah mengolah raw sugar dan BUMN mengimpor gula kristal putih. Keduanya melakukan value extraction, bukan value creation. Pakai "otot" & kekuasaan (perspiration), bukan pakai otak (aspiration)," tulisnya lagi.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati