Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:23wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Fahri: Negara adalah Produk Manusia Rasional, Dalam Agama Ada Banyak ke-Ghaib-an yang Harus...

Kamis, 04-Maret-2021 17:38

Fahri Hamzah
Foto : Harian Jogja
Fahri Hamzah
32

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai pencabutan Perpres Investasi Miras, politikus PKS, Fahri Hamzah berusaha memaknai relasi antara negara dan agama. Ia menyebut apa yang mesti dilakukan negara dan agama. 

Namun, ia juga menyebut bahwa dalam agama ada yang berbau "gaib" sedang negara harus sesuai akal sehat dan rasional. 

"Berbeda dengan agama, negara adalah produk manusia yg rasional. Karena itu selamanya kita menuntut negara harus masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka," kata Fahri, Kamis (4/3/21).

"Dalam agama ada banyak “ke-ghaib-an” yg harus di-imani tetapi salam agama Tidak ada misteri," lanjutnya.

"Agama Soal #HalalHaram. Negara soal #LegalIlegal. Keduanya ada. Agama datang duluan. Negara mengambil pelajaran. Jangan saling meniadakan. Itu inti #PancasilaKita," tegas Fahri.

Sementara sebelumnya secara terpisah diberitakan, sebelum perpres investasi miras dicabut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sempat menolak Peraturan Presiden (Perpres) terkait investasi minuman keras (miras). Perpres tersebut dinilai bertentangan dengan kaidah agama.

Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar menilai kebijakan tersebut sungguh mengecewakan. Menurutnya, di tengah ekonomi yang ambruk, pemerintah malah mengeluarkan kebijakan yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama.

"Kondisi kita ini sedang sulit, ekonomi ambruk, tatanan sosial rusak, tiba-tiba pemerintah mengeluarkan perpres itu. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya? karena ini bertentangan dengan kaidah agama. Perpres ini bakal mengundang kemudaratan, kemungkaran yang besar," ujar Rafani kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Rafani menuturkan dari segi ekonomi, kebijakan tersebut tentu bakal memberikan keuntungan akan tetapi, dari segi agama, kebijakan itu tentu bertentangan.

"Perpres ini bakal menciptakan problem besar, degradasi moral, kemaksiatan, perjudian dan perbuatan maksiat lainnya," tutur dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto