Netral English Netral Mandarin
06:50wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Fahri: Agama Soal Halal-Haram, Negara Soal Legal-Ilegal, Agama Datang Duluan, Jangan Saling...

Rabu, 03-Maret-2021 23:30

Politikus PKS, Fahri Hamzah
Foto : Bisnis.com
Politikus PKS, Fahri Hamzah
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai pencabutan Perpres Investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo, politikus PKS, Fahri Hamzah menyampaikan tentang hakikat Pancasila menurut pandangannya. 

"Agama Soal #HalalHaram, Negara soal #LegalIlegal, Keduanya ada. Agama datang duluan. Negara mengambil pelajaran. Jangan saling meniadakan. Itu inti #PancasilaKita," kata Fahri mengingatkan, Rabu (3/3/21). 

Sementara secara terpisah sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membatalkan membuka keran investasi pada bidang usaha minuman beralkohol alias minuman keras (miras).

Aturan mengenai investasi miras dimuat dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Setelah didesak sejumlah pihak, Jokowi langsung mencabut lampiran Perpres yang mengatur pembukaan investasi miras. Padahal aturan itu baru diteken di lampiran III, tepatnya pada butir 31, 32, dan 33.

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam siaran pers virtual, kemarin Selasa (2/3/2021).

Dengan dicabutnya lampiran Perpres tentang pembukaan investasi miras, maka minuman yang mengandung alkohol itu kembali masuk aturan sebelumnya yakni sebagai bidang usaha tertutup investasi.

Berdasarkan catatan detikcom, aturan yang mengatur sebelumnya yakni Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Investasi miras adalah salah satu yang sebelumnya masuk bidang usaha tertutup investasi.

Bidang usaha yang tertutup itu berarti dilarang diusahakan sebagai kegiatan penanaman modal.

Secara terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Perpres 10/2021 baru akan berlaku per 4 Maret 2021. Meskipun lampiran mengenai investasi miras dicabut Jokowi, Perpres tersebut akan tetap berlaku.

"Perpres ini akan berlaku mulai tanggal 4, Jadi sekarang kalau kita melakukan pencabutan terhadap lampiran 3 nomor 31, 32, 33 saya pikir belum terlalu berdampak sistemik yang luar biasa," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/3/2021).

Dia kembali memastikan bahwa Perpres tersebut tidak dicabut atau dibatalkan. Pemerintah hanya menghilangkan miras dari golongan bidang usaha yang terbuka buat investasi.

"Menyangkut dengan lampiran, Perpresnya nggak dicabut semua, yang dicabut itu hanya lampiran 3 nomor 31, 32, 33, yang lainnya berlaku. Sekali lagi saya jelaskan bahwa Perpres ini berlaku terkecuali lampiran di bagian ketiga nomor 31, 32, dan 33 karena itu yang berbicara tentang alkohol, itu yang dicabut, selebihnya nggak dicabut," tambah Bahlil seperti dilansir detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto