Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:19wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Fadli: Luar Biasa, di Tengah Ketidakadilan Hukum, HRS Masih Sempat Selesaikan S3

Sabtu, 17-April-2021 06:43

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
Foto : Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, memberikan ucapan selamat kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) yang baru saja menyelesaikan studi S3 dan meraih gelar doktor filsafat atau Doctor of Philosophy (PhD) dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

"Selamat untuk HRS yang sudah menyelesaikan PhD di Malaysia," tulis Fadli Zon di akun Twitternya, Jumat (16/4/2021).

Fadli menyebut prestasi mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu sungguh luar biasa karena berhasil menyelesaikan program doktoral di tengah kriminalisasi dan pameran ketidakadilan hukum.

"Luar biasa, ditengah kriminalisasi dan pameran ketidakadilan hukum, HRS masih sempat menyelesaikan S3. alhamdulillah," kata Anggota Komisi I DPR itu.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq Shihab lulus ujian disertasi program doktoral dari USIM Malaysia pada Kamis (15/4/2021). Ia mengikuti ujian disertasi secara online dari Rutan Bareskrim Polri.

"Bahwa pada hari Kamis, 3 Ramadhan 1442 H/15 April 2021 M telah dilaksanakan ujian disertasi doktoral secara online oleh Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab," kata kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar, dalam keterangan resminya, Jumat (16/4/2021).

Adapun disertasi doktoral Habib Rizieq berjudul "Metodologi Pemilahan Antara Usul dan Furu' Dalam Aqidah dan Syari'ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama'ah".

Menurut Aziz Yanuar, isi dalam disertasi Habib Rizieq itu membahas seputar terorisme sebagai ajaran yang menyimpang dari Islam. "Arahnya membahas dan menentang terorisme sebagai ajaran menyimpang dari ajaran Islam," ujarnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati