Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:50wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Enak Dipepes, Ikan Ini Ternyata Jadi Hama di Beberapa Daerah

Sabtu, 27-Maret-2021 14:30

Ikan mas muncul ke permukaan air.
Foto : Pixabay
Ikan mas muncul ke permukaan air.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Ikan mas di pulau jawa cukup digemari oleh masyarakat. Berbagai masakan, terutama pepes ikan mas, selalu diburu jika ada di warung makan. Tapi tak disangka, di beberapa wilayah yang lain, ikan jenis ini dikategorikan hama dan lebih dipilih untuk dimusnahkan. 

Di Australia, baru-baru ini, ikan mas jadi musuh utama karena populasinya dianggap sudah terlalu banyak sehingga mengancam keanekaragaman hayati di sana. 

Selain di negara tetangga, di nusantara ada juga yang menganggap ikan mas sebagai hama yaitu di Danau Toba, Sumatera Utara, yang kerap jadi mitos terjadinya bencana. Bahkan di Sulawesi dan Papua, ikan mas juga dibenci karena dianggap mengganggu ikan asli. 

Dilansir dari ABC Australia, Rabu (24/3/2021), persoalan ikan mas dianggap hama ini disampaikan oleh Kepala Ilmuwan Institut Arthur Rylah Bidang Penelitian Lingkungan, Jarod Lyon. Menurutnya, di beberapa lahan basah, jumlah ikan mas bisa mencapai 1.000 kg per hektare. Jumlah ini, menurutnya, akan berdampak jauh melebihi apa yang diketahui.

"Ketika jumlahnya mulai di atas 100 kilogram per hektare, mulai muncul dampak terhadap segala jenis biota, tumbuhan air, ikan, dan burung dan binatang lainnya," ujarnya.

Populasi ikan mas di Australia juga disebut terus bertambah di tahun ini. Sebuah penelitian menyebut 360 juta ekor ikan mas tinggal di saluran air Australia.

Ikan mas yang dikenal dengan nama 'common carp' (Cyprinus carpio) di Australia terkenal sebagai ikan pemakan lumpur dan perusak kualitas air. Dr Lyon mengatakan ikan tersebut mengancam keanekaragaman hayati di Australia.

Sementara di Danau Toba, ikan mas kerap Jadi Mitos Bencana. Mitos itu terkait penangkapan ikan mas berukuran jumbo dari Danau Toba yang dianggap bisa memicu bencana. Dalam catatan detikcom, setidaknya ada dua peristiwa yang dikait-kaitkan dengan ikan mas Danau Toba.

Mitos ini pernah dikait-kaitkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 2018. Polisi telah menepis isu tersebut dan meminta masyarakat tak mengait-ngaitkan tragedi ini dengan hal-hal lain.

Pada 2020, mitos penangkapan ikan mas memicu bencana juga muncul lagi saat erupsi Gunung Sinabung terjadi. Isu itu dimunculkan salah satunya oleh akun Twitter @_aljzair. Dia mengaitkan erupsi Gunung Sinabung serta tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun dengan ikan mas jumbo yang muncul di Danau Toba.

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP