Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:10wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Emiten Properti Perkuat Modal Kerja Lewat Right Issue

Rabu, 07-April-2021 02:15

Ilustrasi perdagangan saham melalui bursa efek.
Foto : researchleap.com
Ilustrasi perdagangan saham melalui bursa efek.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pandemi COVID-19 telah memukul telak perekonomian global termasuk Indonesia. Beruntung, dampak negatif dari pembatasan aktivitas masyarakat akibat merebaknya wabah virus corona, di dalam negeri tak seberat seperti yang dialami sejumlah negara lain.

Di tengah pandemi, pasar modal sebagai wadah berinvestasi sekaligus alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan publik menunjukkan kinerja yang baik meski sempat mengalami shock di awal pandemi merebak.

Aksi menggalang dana melalui pasar modal berjalan dengan baik. Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia, total penerbitan Obligasi dan Sukuk sepanjang tahun 2021 adalah 19 Emisi dari 16 Emiten senilai Rp20,59 triliun.

Demikian juga dengan penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau “rights issue” yang telah dilakukan sejumlah emiten seiring kinerja pasar modal yang terjaga baik di tengah kondisi pandemi.

Pada awal Maret 2021, BEI mencatat penghimpunan dana melalui penerbitan right issue dan private placement pada awal Maret 2021 adalah sebesar Rp5,26 triliun, naik 77,54 persen dibandingkan periode Maret 2020 sebesar Rp2,96 Triliun.

Ada 3 perusahaan tercatat atau emiten yang telah melakukan right issue dengan perolehan dana Rp1,83 triliun dan 4 perusahaan tercatat menggelar private placement senilai Rp3,43 triliun.

Terakhir, emiten properti PT Summarecon Agung Tbk memantapkan niat untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 3.606.695.420 saham baru, setara 25 persen dari modal disetor Perseroan.

Rencana itu telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar awal April ini.

Selanjutnya, manajemen Summarecon akan menggunakan dana hasil rights issue ini untuk bayar utang, memperkuat struktur permodalan, serta modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha

"Diharapkan dengan aksi korporasi ini, kinerja dan daya saing perusahaan akan semakin meningkat,“ kata Adrianto P Adhi, Presiden Direktur Summarecon.

Ia menambahkan, di tengah kondisi pandemi, perusahaan terus melakukan ekspansi usaha selain mengembangkan kawasan yang telah ada, seperti Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor.

Selain itu, di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang sangat menantang akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, ia menegaskan, Summarecon tetap produktif dan mencetak marketing sales yang cukup baik yaitu sebesar Rp3,3 triliun.

Perseroan optimistis hasil yang diraih tahun ini akan lebih baik, terutama dengan adanya program vaksin Covid-19 serta dukungan regulasi dari Pemerintah, seperti pelonggaran rasio LTV properti dan pencairan KPR inden hingga 100%, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk properti yang ditanggung Pemerintah.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP