Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:00wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Mengharukan! Emak-Emak Pecinta HRS Setia Bertahan Meski Ribut dengan Polisi, Netizen: Cinta Buta Manusia Munafik

Rabu, 24-Maret-2021 09:15

Mengharukan! Emak-Emak Pecinta HRS Setia Bertahan Meski Ribut dengan Polisi
Foto : CNN Indonesia
Mengharukan! Emak-Emak Pecinta HRS Setia Bertahan Meski Ribut dengan Polisi
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah simpatisan Rizieq Shihab terus mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) guna mengikuti persidangan secara langsung meskipun sudah berulangkali diadang dan dibubarkan polisi.

Salah satunya, Wati Aspirasih, seorang simpatisan Rizieq asal Jakarta Pusat yang mengaku sudah mendatangi PN Jaktim sejak persidangan pertama pekan lalu.

Wati yang mengaku berasal dari komunitas pecinta Rizieq Shihab mengatakan maksud kedatangan mereka adalah untuk memberikan dukungan langsung dalam persidangan.

"Kita kemari cuma mau memberi support, asal mungkin habib tahu di luar ada yang memberisupport jadi dia semangat," kata Wati di sekitar PN Jaktim beberapa saat setelah dipaksa bubar oleh Polisi, Senin (23/3).

Banyak warganet memberikan aspirasi pada sosok-sosok seperti Wati. Namun tak sedikit juga yang mencibir seperti tercermin dalam akun FB Mak Lambe Turah, Rabu (24/3/21).

MLT: “Terharuuuuuuuuuuuu.”

Dini Candra: “Mereka sangat ingin menjadi bagian dari 72 bidadari surga....semoga dikabulkan....amiiinnnn.”

Milani Lubis Real: “Emak2 seteres.”

CBi Log: “Ini baru real sinetron ikatan cinta.”

Benz: “Cinta buta manusia munafik.”

Sebelumnya dilansir CNN Indonesia, Wati mengaku tidak kapok meskipun berulangkali ribut dengan polisi. Ia bersikukuh memiliki hak untuk menghadiri persidangan umum dan menggunakan fasilitas umum.

"Hak kita ada untuk datang ke pengadilan umum dan kedua ini fasilitas umum. Kita punya hak untuk datang," tegasnya.

Ia menolak mengikuti persidangan Rizieq secara online dengan alasan suaranya tidak terdengar jelas. Di sisi lain, menurutnya, tidak terdapat aturan yang melarang masyarakat menghadiri sidang.

Sementara itu, Susan, salah seorang simpatisan Rizieq asal Tangerang mengaku sudah mendatangi persidangan Rizieq sejak pertama.

Saat itu, kata Susan, ia dan rekan-rekannya masih bisa melakukan orasi di depan gerbang pengadilan. Pada persidangan kedua, ia mengaku diusir polisi.

"Sekarang yang ketiga, lebih jauh lagi (diminta mundur Polisi) lebih banyak lagi yang jaganya," kata Susan.

Ia mengaku merasa bersimpati terhadap junjungannya karena menilai terdapat perbedaan perlakuan dari pemerintah.

Menurutnya, perlakuan pemerintah terhadap kerumunan yang ditimbulkan Presiden Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan saat pencalonan anaknya, Gibran Rakambuming Raka, sebagai walikota Solo berbeda dengan tindakan terhadap Rizieq Shihab.

"Tapi kenapa nggak pernah diperlakukan sama seperti habib?" protes Susan.

Ketika diminta tes swab Antigen oleh polisi, mereka mengaku tidak menolak. Namun, baik Wati maupun Susan menantang balik agar polisi yang menjaga mereka pun di-swab antigen bersama.

"Bukannya pada nggak mau. Kita bilang kalo kita di-swab, ibu-ibu di-swab sekarang bareng. Ayo kita swab" ujarnya.

Wati mengaku pihaknya akan mengikuti imbauan Rizieq Shihab. Jika panutannya itu memknta mereka untuk tidak menghadiri persidangan karena mengganggu, mereka akan menurut.

"Kalau Habib yang minta kita akan mundur,"kata Wati.

Sementara itu di dalam ruang sidang, permohonan Rizieq agar dihadirkan secara fisik telah dikabulkan majelis hakim. Dalam permohonannya tersebut, Rizieq bahkan memberi surat jaminan kepada majelis hakim akan mengikuti protokol kesehatan serta mencegah terjadi kerumunan dari pendukungnya.

Dengan demikian, sidang beragendakan pembacaan eksepsi dari Rizieq pun ditunda untuk dilakukan secara offline pada Jumat, 26 Maret 2021.

Dengan demikian sidang dengan agenda pembacaan eksepsi dari Rizieq hari ini pun ditunda untuk digelar pada Jumat (26/3) mendatang. Meskipun demikian, majelis hakim menegaskan akan meninjau ulang kembali pelaksanaan sidang agar terdakwa kembali hadir secara virtual bila melanggar surat jaminan tersebut.

"Kalau ada kerumunan, sidang offline [Rizieq] ditinjau kembali lagi. Jadi begitu ya. Ini ada suratnya," kata hakim di ruang sidang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto