Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:21wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Elit PKS Sebut Rizieq Mutiara Indonesia, Guntur: Residivis Dijilat-jilat dan Puja-puji

Rabu, 13-January-2021 17:30

Mardani Ali Sera
Foto : DPR Go Id
Mardani Ali Sera
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Mohamad Guntur Romli mengomentari pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menyebut Habib Rizieq Shihab adalah salah satu mutiara Indonesia. 

"Kenapa terorisme subur di Indonesia tapi tidak di Malaysia? Karena di Indonesia banyak simpatisan terorisme, juga kasus radikalisme yang kuat di Indonesia karena banyak simpatisannya, seperti @MardaniAliSera ini yang komennya bikin muntah," tulis Guntur di akun Twitter-nya, Rabu (13/1/2021). 

Guntur Romli merasa heran dengan sikap Mardani yang puja-puji Habib Rizieq, padahal eks pentolan FPI itu sudah dua kali masuk penjara dan kini menyandang status tersangka pada beberapa kasus. 

"Rizieq yang sudah dua kali masuk penjara, sekarang banyak tersangka kasus, masih @MardaniAliSera puja-puji dan jilat-jilat. Orang macam Mardani ini yang selama ini mengambil keuntungan dengan adanya Rizieq dan FPI," cuit @GunRomli.

Guntur menilai, sikap Mardani yang demikian menunjukkan bahwa anggota DPR itu krisis tokoh panutan disekitarnya, sehingga yang dibanggakan adalah Habib Rizieq yang merupakan seorang residivis. 

"Jilatan @MardaniAliSera ke Rizieq adalah bukti krisis tokoh panutan di sekitarnya. Orang yang sudah terbukti masuk penjara 2 kali dan sekarang terbelit banyak kasus dia jilat-jilat sebagai mutiara. Rizieq adalah residivis!," kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu. 

Sebelumnya, Mardani Ali Sera mengkritik gaya kepemimpinan rezim Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pemerintah yang baik adalah yang mendengar dan melayani. 

"Pemerintah yang baik yang ngedengerindan melayani," kata Mardani dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Minggu (10/1/2021). 

Mardani lantas mempertanyakan alasan pemerintah tidak mengajak Habib Rizieq berdialog. Padahal, lanjutnya, Habib Rizieq adalah salah satu mutiara Indonesia. 

"Habib Rizieq itu salah satu mutiaranya Indonesia, kenapa nggak diajak dialog, kenapa?" ucap Mardani. 

"Soekarno saja sama mereka-mereka yang kontra dan melawan, masih mau ngedengar. Apa yang sekarang lebih baik dari Soekarno?. Mestinya dialog dan musyawarah di kedepankan," ujar Mardani. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani