Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:44wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Mantap, Ekspor Manggis Sumbar ke China Tembus 1.800 Ton dalam Dua Bulan, Permintaan Naik Terus

Senin, 01-Maret-2021 22:15

Pesawat Garuda Indonesia Kargo siap mengangkut manggis asal Sumatera Barat ke Guangzhou, China.
Foto : Twitter @garuda_cargo
Pesawat Garuda Indonesia Kargo siap mengangkut manggis asal Sumatera Barat ke Guangzhou, China.
25

PADANG, NETRALNEWS.COM - Sebanyak 1,8 ribu ton manggis asal Sumatera Barat diekspor ke China menggunakan pesawat khusus dari Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman sepanjang Januari hingga Februari 2021.

Kepala Karantina Pertanian Padang Iswan Haryanto mengatakan kendati saat pandemi akses penerbangan ke sejumlah negara terbatas tidak mempengaruhi pengiriman komoditas pertanian asal Sumbar ke mancanegara.

"Untuk ekspor manggis ada tren positif, eksportir sampai menyewa pesawat khusus penerbangan rute Padang–Guangzhou secara khusus guna memenuhi permintaan manggis di negara itu," kata dia di Padang, Senin (1/3/2021).

Oleh sebab itu ia menilai tingginya permintaan pasar luar negeri manggis harus didukung dengan pemenuhan persyaratan negara tujuan.

"Untuk itu pelaku usaha harus terus meningkatkan kualitas serta kuantitas eksportasi demi menyukseskan program gerakan tiga kali lipat ekspor komoditas pertanian asal Sumbar,” kata dia.

Menurut Iswan, dari data sistem perkarantinaan IQFAST di wilayah kerjanya, trend ekspor manggis asal Sumbar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hingga Februari 2021 ekspor manggis yang disertifikasi sebanyak 1,8 ribu ton atau senilai Rp135,14 miliar dengan frekuensi pengiriman 183 kali tujuan Tiongkok.

Sedangkan pada 2020 manggis telah disertifikasi sebanyak 197 kali dengan volume 2,4 ribu ton dengan nilai mencapai Rp 136,83 miliar yang juga diekspor ke Tiongkok.

Kemudian sepanjang 2019 tercatat 151 kali sertifikasi manggis ekspor dengan volume 256,5 ton atau senilai Rp 14,11 miliar.

Iswan menambahkan, untuk memacu ekspor komoditas asal sub sektor hortikultura ini pihaknya juga melakukan edukasi berupa informasi dan motivasi, peninjauan langsung proses di rumah kemas, alat angkut hingga pemenuhan protokol ekspor manggis melalui pemeriksaan karantina.

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil mengapresiasi kinerja ekspor manggis asal Sumbar yang mencapai peningkatan yang signifikan.

“Alhamdulillah, kami bangga dan gembira, mengingat terjadi kala pandemi COVID-19 mewabah, semua ini berkat upaya dan kerja keras petani, kelompok tani dan pemilik rumah kemas sehingga protokol ekspor dapat dipenuhi dan pelayanan pemeriksaan karantina semakin efektif,"  kata dia seperti dilansir Antara.

Jamil menyampaikan pihaknya selaku otoritas karantina melakukan tugas perkarantinaan berupa pengawasan keamanan dan pengendalian mutu pangan dan produk pertanian, serta fokus pada pencapaian target ekspor tiga kali lipat sebagaimana pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Percepatan layanan menjadi fokus kami sekaligus pendampingan pelaku ekspor agar produk dapat menembus persyaratan negara tujuan, " ujarnya. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP