Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:35wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Eks Wasekjen MUI Kritik Pembangunan Bandara Kertajati: Tanpa Perencanaan Matang?

Sabtu, 03-April-2021 17:00

Ilustrasi Bandara
Foto : Istimewa
Ilustrasi Bandara
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengkritik pemerintah terkait pembangunan bandara Kertajati, Jogjakarta. Apalagi, sekarang ini diketahui, bandara tersebut sepi pengunjung.

"Bandara yg menelan uang rakyat sebesar 2.6 trilyun ini akhirnya diputuskan jadi Bengkel Pesawat," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

Tengku mengungkapkan proyek itu tanpa perencanaan dengan baik. Malahan, kata dia terlalu besar buat bengkel pesawat.

"Buat apa ruang tunggu, ruang imigrasi, ruang karantina dll? Bengkel tdk perlu itu semua. Habis uang 2.6 trilyun seperti tanpa perencanaan matang. Salah siapa?," tulisnya lagi.

Sebelumnya, Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka jadi perbincangan hangat. Bukan cuma soal kondisi yang masih sepi, bandara yang menelan biaya pembangunan sekitar Rp 2,6 triliun itu menjadi buah bibir lantaran pemerintah akan menjadikannya sebagai bengkel pesawat atau sebutan kerennya MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) .

Rencana tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas tentang pengembangan kawasan Bandara Kertajati, yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (29/3/2021). Tujuannya agar ada pengembangan bisnis non penumpang di Bandara Kertajati.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati