Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:03wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Eko Kuntadhi: Problem Pendidikan Kita Cukup Serius, Masih Sulit Bedakan Mutiara dan Biji Karet...

Rabu, 13-January-2021 09:04

Tanggpi Mardani, Eko Kuntadhi mengatakan Problem Pendidikan Kita Cukup Serius, Masih Sulit Bedakan Mutiara dan Biji Karet
Foto : Pikiran Rakyat
Tanggpi Mardani, Eko Kuntadhi mengatakan Problem Pendidikan Kita Cukup Serius, Masih Sulit Bedakan Mutiara dan Biji Karet
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan politisi PKS Mardani Ali Sera yang menyebut Habib Rizieq Shihab merupakan mutiara Indonesia hingga hari ini, Rabu (13/1/21) masih menjadi sorotan warganet.

Pegiat sosial media Eko Kuntadhi menanggapi: "Problem pendidikan kita cukup serius. Masih banyak orang yang sulit membedakan mutiara dan biji karet..."

Sementara sebelumnya diberitakan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera bertemu dengan Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) Haikal Hassan.

Video pertemuan itu diunggah melalui kanal YouTube Mardani Ali Sera pada Minggu, 10 Januari 2021.

Mardani Ali mulai membicarakan soal polemik mimpi Haikal Hassan bertemu Rasulullah. Dia pun mengatakan bahwa itu merupakan bagian untuk kritik pemerintah.

“Babe Haikal karena mimpi aja dilaporkan, doa juga susah katanya sekarang. Tapi saya yakin itu bagian dari trik dan cara untuk protes paling keren,” kata Mardani Ali.

Menurut Mardani Ali, pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan melayani rakyatnya. Salah satunya adalah dengan berdialog dengan rakyat.

“Semua orang maunya kebaikan. Kenapa sih mau dipisahkan,” ujarnya menambahkan.

Kemudian, Mardani Ali menyebut nama Habib Rizieq, di mana sebelumnya Habib Rizieq sangat ingin berdialog dengan pemerintah. Ia juga mengungkapkan bahwa Habib Rizieq adalah mutiara Indonesia.

“Habib Rizieq itu salah satu mutiaranya Indonesia, kenapa engga diajak dialog. Soekarno aja sama mereka-mereka yang kontra dan melawan masih mau mendengar, apa yang sekarang lebih baik dari Soekarno?,” ucapnya.

Sementara itu, Haikal Hassan mengatakan bila pemerintah mau berdiskusi dan mendengar rakyat maka akan ada kedamaian di negeri ini. Karena sejatinya, kata Haikal Hassan, dirinya sangat mencintai Indonesia.

“Ada satu pencerahan kalau pemerintah mau dengar, kalau pemerintah mau diskusi kalau mau mendengar insya Allah kebaikan. Nih dibelah dada kita isinya merah putih,” terang Haikal Hassan seperti dinukil Pikiran-Rakyat.com.

Lebih lanjut Haikal Hassan mengutarakan bahwa permasalahan yang tengah terjadi di negeri ini karena adanya miskomunikasi.

Haikal Hassan juga menyebut bahwa dirinya mengagumi Mardani Ali dan banyak belajar darinya karena kecerdasan yang dimilikinya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto