Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:38wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Eko Kuntadhi ke Tengku Zul: Dinar Emas Maupun Dinar Candy Bukan Alat Tukar Sah, HTI Sih

Kamis, 04-Februari-2021 09:37

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi menilai, alat tukar yang sah adalah Rupiah. Menurutnya, dinar emas bahkan DJ yang bernama Dinar Candy bukanlah alat tukar yang sah di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Eko, menanggapi pertanyaan dari Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Tengku Zulkarnain sempat mempertanyakan pada Bank Indonesia (BI), alasan dinar dan dirham bukan alat tukar rupiah.

“Alat tukar yang syah itu rupiah. Dinar emas maupun dinar Candy bukan alat tukar yang syah di Indonesia,” ujar Eko, dikutip dari cuitannya, Kamis (4/2/2021).

Tengku Zulkarnain juga mempertanyakan, apabila dinar dan dirmah bukan alat tukar, maka apakah kartu tol, kartu parkir dan lain─lain bukan sebagai alat tukar. Menurutnya berbagai kartu itu juga bukan sebagai alat tukar yang sah.

“Dlm prinsip Muamalat jual beli sah dgn sistem barter, tukar baang, atau tukar dgn emas perak yg dilakukan. Beri jalan keluar...,” ujar Tengku Zulkarnain pada BI.

Lebih lanjut Eko mempertanyakan, apakah Undang─undang (UU) di Indonesia menetapkan dinar sebagai mata uang. Eko tegaskan, ini adalah Indonesia dan bukan bangsa khilafah.

“HTI sih, dalam UUD−nya memang menggunakan dinar sebagai mata uang. Tp ini Indnesia, bukan bangsa khilafah,” tegas Eko pada Tengku Zulkarnain.

Seperti diketahui, baru─baru ini tengah hangat diperbincangkan soal Pasar Muamalah di Depok, Jawa Barat. Di pasar tersebut ada aktivitas transaksi menggunakan koin dinar dan ada pula lokasi untuk menukar rupiah dengan koin dinar atau dirham.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati