Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:09wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Kecam Pria yang Memukuli Perawat di RS Siloam, EK: Menantang-nantang, Diadab!

Jumat, 16-April-2021 18:46

Eko Kuntadhi
Foto : Twitter/Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta Palembang, Sumatera Selatan, Christina Ramauli S (28) melaporkan salah satu keluarga pasien berinisial JT ke Polrestabes Palembang atas kasus penganiayaan, Jumat (16/4). 

Akibat kejadian tersebut, Christina mengalami luka lebam di wajah dan perut.

Eko Kuntadhi ikut mengecam kejadian itu. 

“Di RS Siloam, seorang suster digebuki. Mukanya sederhana. Pasien anak 2 tahun saat mau dicabut infus gak bisa diam. Terus ada darah berceceran. Si ibu lapor sama bapaknya,” tulis Eko Kuntadhi, Jumat 16 April 2021.

“Eh, bapaknya datang. Langsung memukul suster. Bahkan menantang-nantang. Diadab!” ketus Eko Kuntadhi.

Sebelumnya diberitakan, Video kekerasan yang dialami Christina viral di media sosial setelah diupload oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang. 

Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlapor JT yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya.

Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah JT untuk kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan JT untuk menyelamatkan diri.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Palembang Komisaris Polisi M Abdullah membenarkan laporan tersebut. 

Berdasarkan laporan korban, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/4) sekitar pukul 13.40 di RS Siloam Sriwijaya Palembang. Christina merupakan perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut.

Sebelum kejadian, JT mendatangi ruangan tempat anaknya dirawat untuk menjemput pulang. 

Namun JT emosi melihat tangan anaknya mengeluarkan darah dari bekas suntikan jarum infus yang dilepas oleh korban.

Kemudian JT meminta Christina untuk datang ke ruang perawatan anaknya untuk meminta maaf bersama rekan perawat lainnya. Namun belum sempat minta maaf, Christina ditampar oleh JT.

Masih merasa bersalah kemudian Christina bersujud untuk meminta maaf. Namun alih-alih tenang, JT kemudian menendang perut Christina hingga tersungkur.

Rekan-rekan perawat lainnya segera berupaya melerai dan meredam emosi JT yang masih terus melayangkan emosinya kepada Christina.

"Berdasarkan laporannya, rambut korban juga sempat dijambak oleh terlapor. Korban berhasil keluar kamar setelah diselamatkan rekan-rekannya. Luka yang dialami korban ada di bagian mata kiri memar, bagian bibir bengkak, dan nyeri di bagian perut," ujar Abdullah dinukil CNN Indonesia.

Penyidik telah mengambil keterangan pelapor dan saksi serta mengambil bukti visum luka-luka yang dialami Christina atas kejadian tersebut. Pelaku terancam pasal 351 tentang penganiayaan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto