Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:21wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Efektif Atau Bahaya, Kenakan Masker Dobel untuk Cegah Penularan Covid-19?

Senin, 01-Februari-2021 10:00

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
Foto : Netralnews/Martina Rosa Dwi Lestari
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernahkah Anda melihat orang yang mengenakan masker dobel? Atau Anda sendiri kerap mengenakan masker dobel, dengan harapan efektif cegah penularan Covid-19?

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD mengatakan, prinsipnya, memakai satu masker atau dua masker sama-sama mengurangi risiko terinfeksi Covid-19. Pun, ada langkah-langkah lain yang juga penting. Seperti jaga jarak dan tidak berkerumun.

"Bagaimana dengan masker kain? Rekomendasi WHO menyebutkan, masker kain itu harus memiliki tiga lapisan," kata Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Senin (1/2/2021).

Tiga lapisan yang dimaksud diantaranya adalah lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah yang menyaring dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap seperti poliester.

"Artinya, perlindungan bukan cuma bicara menggandakan masker. Tapi, tergantung juga bahan maskernya. Contoh, jika Anda memakai masker kain dari katun atau tenun berlapis ganda, maka hal itu bisa efektif," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengaku telah membaca tentang Raina MacIntyre, peneliti masker di University of New South Wales. Peneliti mengatakan, secara teori, dua masker lebih baik daripada satu. Kalau bisa tiga, itu bahkan lebih baik lagi.

Di Amerika Serikat, pakar kesehatan Dr Anthony Fauci juga berpendapat senada. Peneliti mengatakan, varian baru virus korona yang lebih menular, membutuhkan pemakaian masker berlapis untuk membantu melindungi diri.

Beberapa literatur menyarankan sebaiknya gunakan masker bedah atau N95 dalam pelapisan. Sebagai contoh, pakai masker kain dua lapis untuk lapisan luar dan masker bedah sekali pakai untuk bagian dalam.

Ketiga lapisan itu memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Lapisan luar melindungi dari percikan dan tetesan, lapisan tengah untuk menyaring, sedangkan lapisan bawah berfungsi menyerap air liur dan keringat.

Studi mendapati, masker dengan banyak lapisan bisa menghalangi 50 persen hingga 70 persen tetesan kecil. Kalau bicara masker kain, bukti menunjukkan bahwa tiga lapis kain tenun merupakan pilihan yang efektif dan bagus.

"Syahdan, standar emas dalam hal perlindungan memang masker N95. Jika Anda bisa dobel N95 dengan masker bedah, maka itu perlindungan yang efektif terhadap partikel virus. Tapi masker N95 ini terbatas dan harus dibuang setelah sekali digunakan," jelas Prof Zubairi.

Untuk masker kain, sebaiknya harus sering diganti dan dicuci. Sementara masker bedah, harus dirobek atau dihancurkan sebelum dibuang, untuk menghindari masker itu didaur ulang.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani