Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:32wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Dukung Vaksin kepada Pelaku UMKM, NasDem Berharap ada Peningkatan Ekonomi di Ibu Kota

Rabu, 17-Februari-2021 17:25

Ketua Fraksi NAsDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino
Foto : Media Indonesia
Ketua Fraksi NAsDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino
13

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Ketua Fraksi NAsDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam program vaksinasi Covid-19 ini.

Dia berharap, vaksinasi tahap kedua kepada pelaku UMKM ini dapat mendorong geliat ekonomi di Ibu Kota.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa virus ini tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat, tapi berdampak pada ekonomi dan sosial," kata Wibi saat meninjau vaksinasi tahap kedua di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu (17/2/2021).

"Tentu kami berharap, kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan warga tetap patuh terhadap 3M," lanjutnya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengingatkan, pedagang Pasar Tanah Abang agar tak terlalu terlena setelah divaksinasi Covid-19.

"Mereka tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sesering mungkin," ujarnya.

Ada tiga pesan yang disampaikan Wibi kepada pedagang, termasuk kelompok yang mendapatkan vaksin di tahap kedua ini.

Pertama, penerima vaksin harus menerapkan 3M saat berada di luar rumah. Sekalipun vaksin diberikan untuk meningkatkan antibodi, namun penerimanya tetap berpotensi menularkan virus kepada yang lain dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Penerima vaksin harus tetap mematuhi 3M untuk melindungi diri sendiri termasuk orang lain, terutama melindungi orang yang belum mendapatkan vaksin dan memiliki riwayat komorbid," terang Wibi.

Wibi melanjutkan, pesan kedua adalah masyarakat Jakarta diminta bersabar dalam proses vaksinasi Covid-19. Kata dia, penerima vaksinasi yang sangat banyak membuat proses penyuntikkannya membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 7,9 juta warga Ibu Kota yang terdata bakal mendapatkan vaksin Covid-19. Proses vaksinasi ini diproyeksikan bakal memakan waktu selama beberapa bulan.

“Pada saatnya pasti semua kebagian, tapi ini kan sudah diatur pemerintah untuk memprioritaskan kelompok-kelompok tertentu. Misalnya tenaga kesehatan dan kelompok layanan publik,” ujar pria yang juga menjadi anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

Wibi mengatakan, untuk pesan ketiga hendaknya calon penerima Covid-19 bersikap jujur kepada tenaga kesehatan mengenai kondisi tubuhnya. Mereka harus menceritakan kemungkinan memiliki riwayat penyakit komorbid atau sebagai penyintas Covid-19.

“Vaksinasi harus benar-benar dicek bahwa yang bersangkutan ngga ada penyakit bawaan. Tujuannya untuk meminimalisir risiko akibat mendapat vaksin,” tambahnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati