Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:29wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Dukung Penjualan Saham PT Delta Djakarta, Gelora DKI: Lobi Politik Sangat Diperlukan

Sabtu, 27-Maret-2021 17:45

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia DKI Jakarta, Triwisaksana
Foto : Istimewa
Ketua DPW Partai Gelora Indonesia DKI Jakarta, Triwisaksana
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia DKI Jakarta mendukung keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjual saham perusahaan bir PT Delta Djakarta (Tbk). Dalam merealisasikan keinginan tersebut, lobi politik sangat diperlukan.

Ketua DPW Partai Gelora Indonesia DKI Jakarta, Triwisaksana mengatakan, dalam upaya menjual saham PT Delta Djakarta, Gubernur DKI Anies Baswedan harus menjalin komunikasi informal secara intensif kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Salah satu caranya, menggelar coffee morning dengan harapan pimpinan dewan mau menjual saham daerah sebesar 26,25 persen.

"Kami mendorong kepada Gubernur khususnya sebagai kepala daerah untuk melakukan komunikasi yang lebih informal, semacam coffee morning dengan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta," kata pria yang akrab disapa Sany itu usai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gelora Indonesia DKI pada Sabtu (27/3/2021).

Sany menilai, lobi politik penjualan saham daerah di Delta sangat diperlukan. Mengingat, komunikasi formal yang disampaikan Gubernur Anies melalui empat surat resmi kepada pimpinan dewan cenderung diacuhkan.

Dalam komunikasi informal itu, kata dia, Anies dapat memaparkan upaya divestasi di PT Delta Djakarta (Tbk).

Melalui kesempatan itu, Anies juga dapat menjelaskan alokasi duit hasil penjualan saham itu dalam penataan infrastruktur yang lebih bermanfaat bagi warga Ibu Kota.

"Nanti dipaparkan, apakah yang awalnya dari produksi minuman keras menjadi pembuatan air bersih dan sebagainya. Rasanya tidak ada yang bisa dikondisikan, melainkan dengan komunikasi," turut mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS periode 2014-2019 ini.

Sany mengaku, sejauh ini terus menjalin komunikasi politik dengan sejumlah fraksi yang ada di DPRD DKI Jakarta dalam upaya penjualan saham daerah.

Apalagi dia menyadari, saat ini Partai Gelora DKI tak memiliki kekuatan politik di DPRD karena belum memperoleh kursi di parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu.

"Kami sebagai entitas politik, apalagi parpol baru yang belum memiliki wakil di DPRD, kami tentu menghargai pendapat-pendapat yang berbeda. Tetapi, kami bisa berkomunikasi secara informal dengan fraksi-fraksi karena mereka teman-teman kami juga," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sany berharap pemerintah daerah membuat regulasi dan batasan-batasan terkait peredaran supaya tidak terjadi tumpang tindih dan adanya konflik kepentingan.

Dirinya berharap agar peredaran miras dapat terkendali, sehingga tidak berdampak negatif bagi warga Jakarta.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli