Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:39wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
DT: KPK Hanya Mampu Tangkap Korupsi di Bawah 20 Miliar, namun Dugaan Korupsi di DKI Malah Ngga Sanggup, karena Ada Ini...

Minggu, 28-Februari-2021 07:45

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP, Dewi Tanjung (DT) kembali mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

Seperti diberitakan Nurdin Abdullah diduga menerima Rp5,4 miliar dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Menurut Dewi KPK hanya mampu menangkap korupsi yang nilainya di bawah 20 miliar.Sedangkan untuk kasus yang lebih dari itu lembaga antirasuah ini tak akan mampu mengusut, salah satunya kasus dugaan korupsi Formula E yang melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp560 miliar.

"Udah Nyai Bilang dr dulu KPK itu hanya Mampu menangkap Korupsi yg nilainya di bawah 20 milyar. Buktinya dugaan korupsi di DKI  malah Ngga mampu di Tangkap KPK," tulis Dewi Tanjung di akun Twitternya, Minggu (28/2/2021).

Perempuan yang akrab disapa Nyai ini, menilai KPK tidak akan berani mengungkapnya karena ada yang memback-up kasus tersebut.

Di akhir cuitannya Dewi menuliskan hanya kekuatan Tuhan yang bisa menghancurkan kejahatan mereka."Karna di balaikota ada Bambang Widjojanto Csnya Novel Baswedan. Hanya kekuatan Allah yg akan menghancurkan kejahatan mereka," ujarnya.

Cuitan Dewi pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Minggu (28/2/2021).

@MrsRachelin: Klo kpk msk ranah politik, jangan harapn bs obyektiv...yg ada tebang pilih. Makanya jangan salahkan publik bila ada yg bilang : Polisi Taliban..

@Zimbah20: Bukankah yg penting di atas 1 M. Maka akan menjadi sama di mata hukum baik 1,1 M ataupun 100 M.

@Megatop99: Ganti semua komisioner KPK,kalau tdk segera menyelidiki penggunaan anggaran Pemprov DKI.Rakyat harus bersuara,agar mereka bekerja dgn baik dan profesional.Pegawainya ribuan org harusnya bisa bekerja dgn cepat,tdk ada kasus yg molor dan yg tdk terjangkau.

@rosunWONG: Ga usah mengalihkan fokus mata rakyat Indonesia saat ini, yaitu korupsi oleh kader banteng...

@sappo_jack: Sabar Nyai mungkin PKK eh salah KPK  masih mengumpulkan bukti - bukti. Kapan - kapan nanti akan di lajukan penindakan.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati