Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:09wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Ungkit Anies Dulu Lempar Handuk Tangani Covid-19 Kini di Garda Depan, DS: Pengen Angkat Trophy Lagi

Rabu, 21-April-2021 15:32

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Antara/Hafidz Mubarak
Gubernur Anies Baswedan
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyindir keras sosok Gubernur Anies terkait kebijakan penanganan Covid-19. Ia mengungkit dulu ia sempat “lempar handuk” namun kini seolah tampil di garda depan. 

Denny menganggap hal itu sebagai tanda Anies ingin mendapatkan “trophy” lagi.

“Dia pengen angkat trophy lagi..,” kata Denny Siregar, Rabu 21 April 2021. 

“Padahal dulu dia angkat tangan..,” imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini pandemi Virus Corona (Covid-19) di ibu kota relatif terkendali seiring memasuki bulan Ramadan 1442 Hijriah. Menurut Anies, kemenangan melawan sudah di depan mata.

"Alhamdulillah situasi saat ini cukup terkendali. Fasilitas kesehatan kita tidak sedang overcapacity dalam menangani pasien Covid-19, kasus aktif di Jakarta relatif landai di kisaran 6 ribu hingga 7 ribu kasus aktif," kata Anies dalam sebuah rekaman video yang diunggah dalam akun Instagram @aniesbaswedan, Senin (12/4).

Selain itu, menurut Anies, saat ini program vaksinasi juga masih terus berjalan dengan cepat. Lansia dan petugas pelayanan publik masih menjadi prioritas sasaran penerima vaksin.

Ia mengatakan saat ini 58 persen lansia di Jakarta telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 20 persen telah tuntas mendapatkan vaksin dosis kedua.

"Ini adalah capaian tertinggi dan kita akan kejar sehingga 90-95 persen lansia bisa tuntas divaksin sebelum Idulfitri nanti," ujar Anies.

Tidak hanya itu, menurutnya hampir 100 persen tenaga kesehatan di Jakarta telah tuntas mendapatkan vaksin dosis kedua.

Menurut Anies, hal-hal tersebut kemudian menjadi pertimbangan pemerintah melonggarkan sejumlah aturan dalam kegiatan ibadah pada Ramadan kali ini.

Misalnya, dan sejumlah kegiatan keagamaan lainnya dengan kapasitas 50 persen. Selain itu, warga juga harus tetap memakai masker dan menjaga jarak selama berada di masjid.

Meski kasus aktif di Jakarta melandai, Anies tetap mewanti-wanti agar warga tetap disiplin menjalani protokol kesehatan selama Ramadan ini. Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak mau jumlah kasus kembali melonjak.

"Karena itu penting sekali untuk kita serius mencegah hal serupa tidak terjadi di sini. Penting sekali untuk kita tahan godaan, jaga amanah, dan tidak mengkhianati pelonggaran yang sedang dibuat saat-saat ini," tuturnya.

Ia juga menganjurkan agar warga tidak menggelar acara buka bersama di restoran atau rumah makan. Sebab, hal itu akan berpotensi risiko penularan virus corona.

"Hindari mengadakan buka bersama, kumpul-kumpul keluarga begitu banyak, tanpa ada jaga jarak, apalagi membuka masker hanya karena kebiasaan. tahun ini prioritaskan keselamatan, keselamatan, dan keselamatan," ungkap Anies.

Lihat juga:Anies Salat Jumat Pertama di Istiqlal Setelah Dibuka UmumDalam kesempatan itu, ia turut mengisahkan perang Uhud pada zaman Nabi Muhammad SAW. Ia berharap, kejadian pada perang Uhud tidak terjadi saat ini ketika Jakarta hampir menang melawan pandemi.

"Hari ini kemenangan itu di depan mata, kita sudah menuju kondisi yang lebih baik. Ada godaan, mari kita tahan diri," kata Anies.

"Mari kita tetap disiplin. Ini adalah perjuangan kita bersama. Kita serius, kita disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah," tandasnya dinukil CNN Indonesia.

Sempat Serahkan ke Pemerintah Pusat

Di sisi lain, Denny membandingkan berita  pada awal tahun 2021.

Saat itu, Ketua Dewan Pimpunan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundurkan diri dari jabatannya. Sebab, Anies dinilai Ali sudah menyerah melawan pandemi covid-19.

Menurut Ali, sikap menyerah Anies tersimbolisasikan dengan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan covid-19 di Jakarta.

Apalagi belakangan ini angka penularan corona terus tinggi hingga sempat menarik rem darurat dan memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ini menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies menyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari jabatan gubernur," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Tak hanya itu, Ali juga menilai masyarakat sudah tak memercayai Anies menjadi nakhoda dalam penanganan covid-19 di ibu kota.

Sebab, kata dia, banyak warga Jakarta sendiri yang sudah tak mau lagi menaati protokol kesehatan.

"Seharusnya warga Jakarta itu taat dan patuh, tapi sejauh ini malah meningkat warga Jakarta yang terpapar covid-19. Jangan-jangan warga Jakarta sudah tidak mendukung Anies sebagai gubernur," jelasnya.

Namun, Ali menyebut seharusnya penanganan covid-19 sejak awal diserahkan kepada pemerintah pusat. Iapun berharap ke depannya tanpa Anies, maka pandemi bisa lebih terkendali.

"Semoga penanganan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Jakarta bisa lebih baik jika diambil alih pemerintah pusat," kata dia memungkasi. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Baca Juga: Anies perketat standarisasi masker, ini kriterianya!

"Pak Gubernur berkoordinasi dengan pemerintah pusat, berharap nanti pemerintah pusat bisa mengambil alih, memimpin," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Menurut Riza, permintaan Anies itu terkait dengan kondisi saat ini bahwa fasilitas kesehatan di Jakarta terbebani dengan pasien dari luar Jakarta.

Apabila pemerintah pusat mengambil alih, diharapkan fasilitas kesehatan di daerah penyangga Jakarta bisa bertambah dan fasilitas kesehatan di Jakarta kembali memiliki ketersediaan tempat tidur yang baik. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto