Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:09wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Tampang Lusuh Terlalu Gagah Disebut Teroris Lone Wolf, DS: Mending Lone Dhab, Udah Kadrun Jomblo Pulak

Jumat, 02-April-2021 09:15

Kolase Denny Siregar dan foto editan yang diunggah di akun FB Denny Siregar
Foto : FB/Denny Siregar
Kolase Denny Siregar dan foto editan yang diunggah di akun FB Denny Siregar
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menguas tentang apa itu aksi “lone wolf” yang dilakukan oleh para teroris melalui catatan berjudul “Lone Wolf, Teroris Sendirian.”

Setelah menjelaskan apa itu teroris lone wolf, Denny kemudian menyatakan bahwa ia tak setuju dengan istilah itu. Menurutnya lebih tepat disebut "lone Dhab".

“Dalam situasi itulah, seorang lone wolf tiba-tiba bisa memutuskan sendiri apa yang harus dia lakukan, makanya sulit dicari motifnya atau motifnya acak karena apapun bisa dijadikannya motif,” ujar Denny Siregar, Jumat 2 April 2021.

"Motif tidak penting buat lone wolf, asal dia bisa mati di "jalan Tuhan". Cuman, saya kok males ya kasih julukan si kadrun itu lone wolf. Terlalu gagah buat mereka yang tampangnya lusuh dimana2," lanjutnya. 

“Mending kukasih nama Lone Dhab. Dhab artinya kadal gurun. Jadi dia kadal gurun penyendiri. Sial banget emang. Udah kadrun, jomblo pulak. Gitu idup lagi...,” tegas Denny.

Berikut catatan lengkap Denny:

LONE WOLF, TERORIS SENDIRIAN

Salah satu model teroris yang paling susah di deteksi adalah mereka yang dijuluki dengan nama Lone Wolf.

Lone wolf ini bukan nama organisasi teroris. Ini julukan kepada teroris yang tidak terikat organisasi teroris apapun. 

Dia penyendiri. Belajar segala macam hal tentang terorisme dari internet, mulai pemahaman sampai membuat bom. 

Mereka bisa terpicu melakukan aksi terorisme karena bersimpati pada sesuatu atau seseorang. Misalnya, simpati pada Riziek Shihab yang dianggapnya cucu Nabi yang teraniaya. 

Ingat kejadian penusukan polisi di Tangerang tahun 2016 lalu ? Waktu itu, tiba-tiba saja seorang pemuda menyerang dan menusuk 3 orang polisi yang kemudian terluka parah. Pemuda ini bersimpati pada ISIS dan menganggap polisi halal darahnya, sehingga dia menyerang polisi secara acak.

Kejadian di Mabes Polri kemarin, sudah diidentifikasi sebagai lone wolf. Dan dia bersimpati pada ISIS dari jejak media sosialnya. Lone wolf tidak perlu alasan apapun untuk menyerang. Dia bisa bergerak kapan saja, karena tujuan utamanya memang mati di "medan jihad".

Fenomena lone wolf ini terjadi di seluruh dunia. Mereka gak bisa di deradikalisasi, karena memang mereka tidak tergabung dalam sebuah organisasi teroris. 

Lone wolf bisa jadi adalah seseorang yang frustasi karena tekanan dalam hidupnya. Internet dia jadikan guru agamanya. 

Dari sana, dia bersimpati pada gerakan2 yang dianggapnya revolusioner sebagai jalan perjuangan.

Mereka bisa jadi tetangga, bahkan mungkin saudara kita sendiri, yang mendadak jadi pendiam dan fokus mencari ilmu agama di internet. 

Mirip Zakiah teroris wanita di Mabes, yang kemudian mengirim surat dan menguliahi orangtuanya tentang agama.

Menurut penelitian, para lone wolf ini punya gangguan kejiwaan. Mereka cenderung penyendiri, antisosial dan tidak punya banyak teman. 

Dalam situasi itulah, seorang lone wolf tiba-tiba bisa memutuskan sendiri apa yang harus dia lakukan, makanya sulit dicari motifnya atau motifnya acak karena apapun bisa dijadikannya motif. 

Motif tidak penting buat lone wolf, asal dia bisa mati di "jalan Tuhan".

Cuman, saya kok males ya kasih julukan si kadrun itu lone wolf. Terlalu gagah buat mereka yang tampangnya lusuh dimana2. 

Mending kukasih nama Lone Dhab. Dhab artinya kadal gurun. Jadi dia kadal gurun penyendiri. Sial banget emang. Udah kadrun, jomblo pulak. Gitu idup lagi... 

Seruput.

Pendapat Pengamat Intelijen

Pengamat Intelijen dan Terorisme, Stanislaus Riyanta, menilai pelaku aksi teror di Mabes Polri terinspirasi dari pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Hal ini dilihat dari pola persiapan yang sama dilakukan Z, pelaku penembakan di Mabes Polri.

"Dilihat dari kemiripan surat wasiat antara pelaku di Makassar dan pelaku di Mabes Polri, saya menilai bahwa aksi di Makassar menjadi inspirasi bagi pelaku di Mabes Polri," kata Stanislaus saat dihubungi, Kamis, 1 April 2021.

Perbedaannya, kata Stanislaus, adalah pelaku di Makassar adalah teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sementara Z, hingga saat ini belum dipastikan kelompok atau orang pengendali. Stanislaus masih menyebut Z sebagai pelaku lone wolf.

"Persamaan yang paling pokok diantara pelaku Makassar dan Mabes Polri adalah sama-sama mempunyai ideologi kekerasan ISIS," kata Stanislaus.

Perbedaan juga dilihat Stanislaus pada motif pelaku. Untuk aksi di Makassar, ia sebut merupakan imbas dari penangkapan 24 orang anggota JAD di Sulsel yang salah satu diantaranya bernama Rizaldi tewas tertembak. Rizaldi diketahui adalah orang yang menikahkan pelaku Makassar.

"Jadi aksi Makassar dapat dianggap mengandung unsur balas dendam atas kematian mentor dari pelaku," kata dia.

Kemarin, seorang wanita berinisial Z masuk ke dalam Komplek Mabes Polri dan memulai penembakan terhadap aparat keamanan di sana. Baku tembak pun terjadi.

Kejadian ini berakhir setelah polisi menembak dan menewaskan Z. Polisi kemudian menyatakan aksi Z merupakan tindakan terorisme lone wolf dan menyebut Z merupakan simpatisan jaringan organisasi teror ISIS.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto