Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:31wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Mengejutkan! Denny Ungkap Sebenarnya Munarman yang Mengendalikan FPI, Dia King Makernya, Rizieq Bonekanya

Jumat, 02-April-2021 20:20

Kolase Denny Siregar dan Munarman
Foto : Istimewa
Kolase Denny Siregar dan Munarman
73

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menepati janjinya bahwa ia akan membuat catatan serial mengungkap keterlibatan Munarman dalam FPI. Bahkan sebelumnya, Deeny menduga Munarman pemimpin ISIS Indonesia. 

Dalam serial pertama (I), Denny memberikan judul catatannya: “FPI Organisasi Teroris, Bagian 1: Munarman.”

Dalam bagian pertama ini, setelah menjabarkan asal mula Munarman terlibat di FPI, di bagian akhir Denny menyebutkan bahwa sosok Munarman sebenarnya “King Maker” FPI. Ini merupakan hal yang cukup mengejutkan. 

“Dialah dulu yang mencari cara bagaimana supaya Rizieq Shihab yang kabur ke Saudi segera pulang. Dia butuh Rizieq sebagai simbol untuk menyatukan FPI,” kata Denny, Jumat 2 April 2021.

“Ini sebenarnya strategi licik Munarman. Riziek hanya simbol saja, tapi sebenarnya Munarmanlah yang mengendalikan FPI. Dia King Makernya. Rizieq bonekanya..,” lanjutnya.

"Tapi tidak ada rencana yang sempurna. Kesalahan sedikit saja, merusak segalanya..Makin seru, tapi nanti bagian ke 2 nya ya..," pungkasnya.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

FPI ORGANISASI TERORIS

Bagian 1 : MUNARMAN

Sesudah tahun 1998, pasca reformasi, sebuah ormas bernama Front Pembela Islam, pimpinan Rizieq Shihab, sedang berkembang pesat.

FPI bisa dibilang dipakai oleh berbagai kepentingan yang berani membayar mereka, mulai aparat sampai pengusaha hitam. 

Mereka bisa beroperasi dengan mudah karena memakai baju agama, meski cara2 yang mereka lakukan gada bedanya dengan ormas preman. FPI melebarkan sayapnya ke banyak daerah dengan cepat dan nama Rizieq Shihab pun melesat ke permukaan.

Munarman, seorang pengacara yang berwatak keras, melihat perkembangan FPI sebagai peluang. Dia masuk kesana dan mulai masuk hingga berteman dengan pimpinan FPI sendiri, yaitu Rizieq Shihab. 

Rizieq melihat Munarman punya kemampuan, yaitu mampu mengorganisir sebuah organisasi, maka diberikanlah Munarman kepercayaan untuk ikut mengelola FPI.

FPI awalnya adalah ormas Islam dengan mazhab Ahlsunnah Wal Jamaah. Mereka lebih mirip NU dalam amaliyahnya. Tapi Munarman melihat situasi itu tidak begitu menguntungkan. 

Lalu dengan jaringan internasionalnya, Munarman menghubungkan FPI dengan organisasi teroris yang sedang naik daun karena kekejamannya, yaitu ISIS. 

Munarman memperkirakan saat itu, ISIS akan menguasai dunia. Maka ia lalu punya ide untuk membentuk ISIS cabang Indonesia. 

Dan kendaraan untuk itu, apalagi kalau bukan FPI yang sedang besar2nya. Munarmanlah yang mengenalkan paham wahabi yang keras dan kaku ke FPI.

Januari 2015, disebuah komplek perumahan bernama villa mutiara di Makassar, Munarman mengumpulkan 200 orang untuk berbaiat kepada ISIS. Besoknya, peserta baiat bertambah jadi 500 orang. 

Mereka semua anggota FPI, yang akhirnya sesudah dicuci otak, meyakini bahwa semua negara di dunia ini harus tunduk pada Islam. 

Proses pembaiatan itu disertai sebuah misi untuk berperang dengan jalan kekerasan seperti ISIS. Beberapa tahun sesudah proses pembaiatan di Makassar itu, ada pasangan suami istri yang kemudian berangkat ke Filipina dan meledakkan diri di Gereja Katedral Sulu. 27 orang tewas saat itu.

Informasi dari kepolisian Filipina bahwa pelaku adalah orang Indonesia, kemudian diterima polisi Indonesia. Polisi kita bergerak dan dua tahun kemudian, dapatlah jaringannya. 

Ditangkaplah puluhan orang calon teroris itu di perumahan tempat baiat di Makassar. 19 diantaranya adalah anggota FPI aktif. Tapi dua orang lolos, pasangan suami istri. Mereka berhasil meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar, meski ga ada korban jiwa.

Dari pengakuan ke 19 anggota FPI yang tertangkap itu, jejak Munarman pun tercium. Namanya disebut2. Tapi Munarman mengelak, bilang bahwa pembaiatan itu gada urusannya ma ISIS, tapi untuk membentuk perkumpulan Islam seperti OKI.

Polisi tentu tidak percaya, tapi tidak bisa menangkap begitu saja karena perlu mengumpulkan barang bukti dulu.

Munarman tidak hilang akal. Dialah dulu yang mencari cara bagaimana supaya Rizieq Shihab yang kabur ke Saudi segera pulang. Dia butuh Rizieq sebagai simbol untuk menyatukan FPI. 

Ini sebenarnya strategi licik Munarman. Riziek hanya simbol saja, tapi sebenarnya Munarmanlah yang mengendalikan FPI. Dia King Makernya. Rizieq bonekanya..

Tapi tidak ada rencana yang sempurna. Kesalahan sedikit saja, merusak segalanya..Makin seru, tapi nanti bagian ke 2 nya ya..

Mau bikin kopi dulu.. 

Denny Siregar

Pernyataan Munarman

Sementara secara terpisah, sebelumnya diberitakan, Eks Pengurus Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan angkat bicara terkait video pengakuan anggota teroris Ahmad Aulia yang mengaku sebagai anggota FPI. 

Dia juga mengaku pernah dibaiat dengan turut dihadiri salah satunya Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman kala itu. 

Nama eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman disorot publik karena sempat disebut menjadi saksi baiat mengakui ISIS oleh terduga teroris bernama Ahmad Aulia (AA). 

Menanggapi itu, Munarman menyebut kalau itu hanya kerjaan para buzzer. Munarman tidak berkomentar banyak soal namanya yang disebut ikut hadir dalam proses baiat tersebut. 

Namun ia menuduh pernyataan itu hanya sebuah pembingkaian opini yang dibentuk oleh para penggiring opini. "Framing dari para buzzeRp," kata Munarman seperti dinukil Suara.com Jumat (5/2/2021). 

Ia juga enggan menjelaskan secara detail soal cerita AA yang pernah dibaiat dihadapannya. Munarman tampak tidak peduli dengan hal itu. 

"Suka-suka merekalah bikin cerita," ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto