Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:45wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Saking Frustasinya HRS Dipenjara, DS: Para Penyembah Baliho Cari Kambing Hitam, eh Digeruduklah Pemkot Bogor…

Selasa, 23-Maret-2021 19:23

Denny Siregar dan massa demo pendukung HRS
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan massa demo pendukung HRS
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mencuit pernyataan bernada sindiran kepada para pendukung Habib Rizieq Shihab yang hingga kini masih menjalani sidang atas beberapa kasus pidana yang harus ia jalani. 

Denny menganggap mereka sedang frustasi dan mencari kambing hitam. 

“Saking frustasinya Riziek masuk penjara, para penyembah baliho cari2 kambing hitamnya.. Eh digeruduklah Pemkot Bogor..,” kata Denny sambil mengunggah video aksi protes yang dimaksud, melalui akun Twitternya, Selasa (13/3/21).

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, ratusan masa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Daulat Rakyat (GMDR), gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Senin (22/3). 

Koordinator masa aksi Asep Abdul Kodir mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya ini merupakan buntut dari kasus hukum yang menjerat HRS.  

Tak hanya itu, aksi unjuk rasa tersebut, merupakan wujud perlawanan yang dilakukan simpatisan HRS, atas perlakuan diskriminatif kepada para ulama di Indonesia.

"Islam sebagai agama mayoritas warga Indonesia dan pioner kemerdekaan bangsa sepatutnya dijunjung tinggi. Ulama haruslah dihormati oleh negara, tidak boleh ada diskriminasi apa lagi kriminalisasi ulama," katanya, Senin (22/3). 

Massa aksi menilai, kasus hukum yang menjerat HRS merupakan sebuah bentuk kebiadaban dan kedzaliman yang jelas terhadap ulama. Dalam unjuk rasa tersebut, setidaknya massa aksi menyuarakan empat tuntutan kepada pemerintah. 

Pertama hentikan segala bentuk adu domba antar ormas umat Islam, hormati dan muliakan alim ulama dan tokoh agama Islam, tegakan Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab dan laksanakan amanah pembukaan UUD 1945. 

"Oleh karenanya, kami datang ke sini ingin menunjukkan betapa kami tidak terima dengan apa yang terjadi pada guru dan panutan kami. Karena beliau diperlakukan bagaikan penjahat," tutupnya dinukil ayobogor.com.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto