Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:27wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
DS: Jangan Pajang Foto Korban Bom Teroris, Tapi Pajanglah Teroris yang Tewas...

Kamis, 01-April-2021 07:05

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar di akun Twitternya mengunggah foto jasad perempuan terduga teroris yang melakukan penyerangan di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

Dalam cuitannya, Denny mengingatkan netizen untuk tidak memajang foto korban bom teroris di media sosial karena hal itu akan meningkatkan adrenalin kelompok teroris untuk berbuat yang lebih buruk.

Sebaliknya, lanjut Denny, foto teroris yang tewas ditembak polisi perlu dipajang untuk memberi pesan kepada kelompok teroris soal akibat yang bakal diterima jika melakukan aksi teror.

"Jangan pajang korban bom teroris, karena itu akan meningkatkan adrenalin mereka untuk berbuat yang lebih buruk lagi," cuit Denny, dikutip netralnews.com, Kamis (1/4/2021).

"Tapi pajanglah foto teroris yang tewas, karena itu sebagai pesan kepada mereka, inilah yang akan mereka hadapi jika berhadapan dengan kita nanti.. Jangan lupa bisikkan, "mamposss..," kata @Dennysiregar7.

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan bersenjata terduga teroris menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, pelaku terlihat beberapa kali menodongkan senjata ke arah petugas di area Mabes Polri. Polisi pun kemudian menembak mati perempuan itu.

Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, sebelum ditembak mati, terduga teroris itu melepaskan enam tembakan saat menerobos masuk ke dalam Mabes Polri.

"Menembak sebanyak enam kali. Dua kali di dalam pos, dua kepada petugas yang ada di luar, kemudian menembak lagi anggota (polisi) yang ada di belakangnya," kata Listyo di Mabes Polri, Jakarta.

Dari hasil identifikasi diketahui wanita itu berinisial ZA berusia 25 tahun. "Kita cek identifikasi sidik jari, face recognition, ternyata identitasnya sesuai," ujar Kapolri.

Listyo mengungkapkan, ZA merupakan lone wolf yang berideologi ISIS. Hal tersebut diketahui ketika petugas menyusuri unggahan ZA di media sosial. "ZA mengunggah foto bendera ISIS," jelas Kapolri.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati