Netral English Netral Mandarin
03:53wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Bakal Disomasi Lagi, DS: Saran ya, Benerin Dulu Poin2nya, Jangan Gak Diterima trus Kompers...

Rabu, 17-Februari-2021 12:10

Bakal Disomasi Lagi, Denny Siregar sebut Saran ya, Benerin Dulu Poin2nya, Jangan Gak Diterima trus Kompers...
Foto : Fajar.co
Bakal Disomasi Lagi, Denny Siregar sebut Saran ya, Benerin Dulu Poin2nya, Jangan Gak Diterima trus Kompers...
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar tak hentinya bikin ramai sosmed. Kali ini ia mengaku dirimnya bakal disomasi oleh pihak tertentu.

"Dengar2 ada yang mau somasi gua lagi.. Aduh, gak capek apa? Saran ya, benerin dulu poin2 somasi. Pasal2nya tepat gak? Jangan nanti lapor polisi, trus gak diterima karena gak memenuhi bukti hukum, trus konpers 'buzzer dilindungi rezim'.." kata Denny, Rabu (17/2/21).

"Masak dari dulu polanya gitu2 aja.," imbuhnya.

Setahun lalu, seperti diketahui, ia dilaporkan oleh sejumlah tokoh dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Forum Mujahid Tasikmalaya resmi melaporkan Denny Siregar, pegiat media sosial, ke polisi dengan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Pelaporan ini dibarengi dengan aksi damai yang dilakukan ratusan orang dari Forum Mujahid Tasikmalaya di depan Mapolres Tasikmalaya, Kamis (2/7/2020).

Massa mengecam keras postingan Denny Siregar dalam akun facebooknya pada 27 Juni 2020. Di mana Denny memposting tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang', dengan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi Tasikmalaya.

Di foto itu, para santri cilik membawa bendera tauhid berwarna hitam dan putih.

Namun postingan itu kini telah dihapus. Saat redaksi mengecek akun facebook Denny, tidak ditemukan postingan tersebut.

"Umat Islam khususnya di Tasikmalaya, kami Mengecam tindakan yang dilakukan akun Denny Siregar melalui akun Facebook. Menuduh santri Calon Teroris dan menggunakan foto tanpa izin," ujar Nanang Nurjamil, Ketua Forum Mujahidin Tasikmalaya, di Lokasi.

Setelah berorasi, sejumlah perwakilan massa masuk ke Mapolres. Sebagai pelapor adalah Nanang Nurjamil dan Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani.

"Melaporkan kasus pencemaran nama baik dan memfitnah oleh Denny Siregar. Tuduhan pada santri kami sebagai teroris dan katakan ustaznya goblok juga predator. Ini pencemaran nama baik pada ustaz dan santri," tegas Ustaz Ahmad Ruslan.

Ustad Ahmad menuntut Denny Siregar diproses hukum serta diamankan di Tasikmalaya. "Tuntutan saya proses hukum untuk Denny Siregar, bawa ke Tasik, penjarakan. Kalau tidak, kita akan lakukan aksi besar-besaran," ujar Ahmad Ruslan.

Usai melapor, Ustaz Ahmad Ruslan menyatakan polisi berjanjinakan segera memprosesnya sesuai prosedur. "Kita tungu kerja polres dua pekan ke depan," tegasnya.

Namun hingga kini, laporan tersebut tidak membuahkan hasil. Denny pun belum terjerat hukum lebih lanjut.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto