Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:52wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Dituduh Restui Moeldoko Ambil Alih Partai Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh 

Selasa, 02-Februari-2021 15:40

Menkopolhukam Mahfud MD.
Foto : Demokrasi
Menkopolhukam Mahfud MD.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menkopolhukam Mahfud MD turut angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Seperti diketahui AHY menyebut ada orang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin ambil alih kepemimpinan di Demokrat.

Menurut Mahfud, itu merupakan isu yang aneh. Pasalnya dia dituduh merestui Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat.

"Ada isu aneh, dikabarkan bbrapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB," kata Mahfud, dikutip dari cuitannya, Selasa (2/2/2021).

Mahfud mengaku kaget akan isu tersebut. Dia meyakinkan, bahwa dirinya tidak pernah berbicara hal demikian pada Moeldoko dan orang lain.

"Wah, mengagetkan, yakinlah sy tak prnh berbicara itu dgn Pak Moeldoko maupun dgn orang lain. Terpikir sj tdk, apalagi merestui," tegas dia.

Menurut Menkopolhukam, di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Partai Demokrat dikudeta.

"Jabatan menko tentu tak bs digunakan dan pasti tdk laku untuk memberi restu. Yg penting internal PD sendiri solid," pesan dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani