Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:26wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Dituduh Dibayar Negara Untuk Hancurkan Islam, Ade Armando: Ngaku Ulama Tapi Mulut Penuh Fitnah

Minggu, 14-Maret-2021 12:15

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
Foto : Istimewa
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menanggapi video seorang penceramah yang menuduhnya bagian dari kelompok pendengung atau buzzer yang dibayar pemerintah menggunakan uang APBN untuk menghancurkan Islam di Indonesia.

"Ngakunya ulama. Tapi mulutnya penuh fitnah. Kok saya dituduh buzzer yang dibayar langsung oleh pemerintah untuk menghancurkan Islam. Gaji kami katanya Rp 74 Miliar dan diambil dari APBN. Allah tidak tidur Pak," tulis Ade di akun Facebooknya, Sabtu (13/3/2021). Ia juga mengunggah video penceramah tersebut.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial potongan video seorang penceramah yang menuding pemerintah memperkuat sekularisasi di Indonesia dengan cara mendirikan kelompok pendengung atau buzzer.

Penceramah itu menyebut nama-nama seperti Ade Armando, Denny Siregar dan Abu Janda, merupakan bagian dari kelompok buzzer yang didirikan pemerintah.

Menurutnya, untuk membayar Ade Armando cs, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp74 miliar yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

"Pemerintahan sekarang untuk memperkuat sekularisasi di Indonesia yaitu mendirikan kelompok buzzer," kata si penceramah dalam video yang beredar luas di media sosial. Video itu juga diunggah Ade Armando di akun Facebooknya, Sabtu (13/3/2021).

"Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar dan lain-lain, digaji langsung dari pemerintah, ngambil langsung dari APBN. Berapa gajinya buzzer-buzzer itu? 74 miliar," sambungnya.

Dalam video berdurasi 1 menit 50 detik itu, si penceramah menuduh para buzzer ditugasi pemerintah untuk menghancurkan Islam di Indonesia, melecehkan Alquran dan ulama.

"Tugasnya apa buzzer-buzzer ini? Menghancurkan Islam di Indonesia. Makanya contoh Pak Ade Armando ini orang Minang lho, Dosen Universitas Indonesia, muslim, tapi ditugasi oleh pemerintah untuk melecehkan Allah, melecehkan Rasulullah, melecehkan Islam, melecehkan Alquran, melecehkan ulama," ujarnya.

Karenanya, lanjut pria berjenggot dan berkopiah putih itu, Ade Armando cs beberapa kali dipolisikan tapi tidak diproses hukum lantaran mereka ditugasi negara.

"Pertanyaannya, di Indonesia ini kan ada UU KUHP Pasal 156a tentang penodaan agama. Indonesia kan negara hukum, kira-kira pernah nggak Ade Armando ditangkap? Nggak pernah, karena dia ditugasi oleh negara," ucap dia.

"Abu Janda pernah nggak dia ditangkap, karena dia ditugasi oleh negara untuk menghancurkan Islam di Indonesia. Denny Siregar, ditugasi oleh negara untuk melecehkan Islam, melecehkan ulama, melecehkan Alquran. Dia tokoh Syiah, Denny Siregar. Digaji oleh pemerintah 74 miliar, diambilkan dari APBN," pungkas penceramah itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli