Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:11wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Dituding Terlibat Kudeta Militer Myanmar, Ini Bantahan Dubes China

Selasa, 16-Februari-2021 21:17

Duta Besar China untuk Myanmar, Chen Hai bersama Aung San Suu Kyi.
Foto : China embassy
Duta Besar China untuk Myanmar, Chen Hai bersama Aung San Suu Kyi.
13

NAYPYIDAW, NETRALNEWS.COM - Duta Besar China untuk Myanmar Chen Hai menepis rumor yang beredar di media sosial tentang keterlibatan negaranya dalam kudeta militer Myanmar dengan menyebutnya "benar-benar tidak masuk akal".

Dalam wawancara dengan media lokal yang diunggah dalam laman Facebook kedutaan, Selasa (16/2/2021), Chen mengatakan bahwa China mempertahankan "hubungan baik" dengan militer maupun pemerintah sipil yang berkuasa sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa gejolak politik di Myanmar saat ini "sama sekali bukan yang ingin dilihat oleh China".

Beberapa unjuk rasa terhadap kudeta yang menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir telah terjadi di luar Kedutaan Besar China di Yangon, dan pengunjuk rasa menuduh Beijing mendukung junta militer.

Duta besar itu menyebut rumor yang beredar di internet tentang pesawat yang membawa personel teknis dan pasukan China ke Myanmar adalah tidak masuk akal, dan mengatakan bahwa pesawat itu merupakan penerbangan kargo reguler yang mengekspor barang seperti makanan laut.

Dia mengatakan China "tidak diberitahu sebelumnya tentang perubahan politik di Myanmar" dan berharap "semua hal berjalan dengan baik di Myanmar, daripada menjadi tidak stabil atau bahkan jatuh ke dalam kekacauan."

"Banyak negara dalam transisi mengatasi kesulitan dan tantangan melalui upaya mereka sendiri, dan mengeksplorasi jalur pembangunan yang sesuai dengan keadaan mereka sendiri," kata Chen.

China secara tradisional dipandang dengan kecurigaan di negara tetangga Myanmar, di mana negara itu memiliki kepentingan ekonomi dan strategis yang signifikan dan sering mendukung posisi Myanmar melawan kritik Barat.

Sementara negara-negara Barat mengutuk keras kudeta 1 Februari, China lebih berhati-hati dan lebih menekankan pada pentingnya stabilitas.

China tetap menyetujui pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan tahanan lainnya, dan menyuarakan keprihatinan atas keadaan darurat.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli