Netral English Netral Mandarin
banner paskah
22:30wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Dituding Buzzer, EK:Kalau Enggak Ada Kita, Pada Percaya Jokowi Anak PKI atau Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman 

Sabtu, 13-Februari-2021 10:10

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi.
Foto : Twitter
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi mengaku kalau tak ada dirinya yang dituding sebagai pendengung alias buzzer banyak kebohongan alias Hoax yang dipercayai masyarakat. 

Menurut Eko, sudah banyak penyebar hoax yang jika dirunut telah beredar banyak. 

"Jika gak ada kita yg dituding buzzer. Indonesia sdh percaya di lembaran uang ada logo PKI. Indonesia sudah percaya ada 10 juta TKA China. Indonesia sudah percaya candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman. Indonesia sudah percaya Ibu Kartini pake jilbab. Semua kita bongkar!," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Sabtu (13/2/2021). 

Selain itu, kata Eko menuliskan beberapa hoax yang pernah menjadi viral. 

"Jika gak ada kita yg skrang dituding buzzer. Indonesia sudah percaya Ratna Sarumpaet digebukin orang. Atau surat Suara Pemilu dipalsukan. Atau Jokowi anak PKI. Atau Big Imam suci, gak pernah chat mesum. Semua kebohongan itu kita bongkar. Agar kita bisa hidup lebih beradab," tulisnya. 

Selain itu, tambah Eko pendukung Jokowi ada juga yang alami penangkapan karena media sosial. 

"Siapa bilang pendukung Jokowi gak pernah dijerat hukum? Teman saya Dr. Otto di Kalimantan harus di sel 2 tahun, krn melawan Kadrun. Postingannya diplintir. Teman lain, Toto Sudarto di Padang bolak balik di panggil polisi. Krn postingannya membela minoritas. 

Kita gak nyerah!," tulisnya lagi. 

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani