Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:10wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Anies Ditanya Sumur Resapan Jawab Belum Mau Komentar, Ditanya Saham Bir Jawab Makasih ya, Netizen: Calon Presiden Kalian 

Jumat, 05-Maret-2021 22:24

Gubernur DKI Jakarta, ANies Basweedan
Foto : Borneonews
Gubernur DKI Jakarta, ANies Basweedan
35

JAKARTANETRALNEWS.COM - Gubernur Anies Baswedan sedang disorot warganet terkait sikapnya terhadap saham bir dan soal sumur resapan di dekat tiang pancang jembatan. 

Sayangnya, Anies Baswedan, Jumat (5/3/21) masih enggan menjawab pertanyaan wartawan. Bisa jadi ia sedang buru-buru atau memang belum siap tanggapi masalah polemik saham bir milik Pemprov DKI?

Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen menanggapi, di antaranya:

MLT: "Pasti belom merangkai kata2 jadi bingung hehee..biasanya pa wagub yang bagian klaripikesyen."

Kiky Deep: "Calon Presiden kalian."

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bersedia berkomentar ketika awak media menanyakan soal sumur resapan yang dikhawatirkan mengganggu kekuatan konstruksi jembatan dan kelanjutan nasib kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di pabrik bir PT Delta Djakarta.

"Pak komentar terkait sumur resapan yang dinilai mengancam kekuatan tiang pancang jembatan dan kekuatan bangunan bagaimana?," tanya wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/3/2021).

"Saya belum mau berkomentar soal itu," kata Anies.

Kemudian, wartawan lain berusaha mengejar Anies dengan pertanyaan rencana penjualan saham bir yang kembali mencuat seiring dicabutnya lampiran tentang investasi minuman keras dalam Perpres nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

"Pak untuk saham Delta gimana kelanjutannya?" tanya wartawan lainnya.

Namun, Anies hanya melambaikan tangan dan jempolnya tanpa memberikan komentar mengenai persoalan yang disampaikan.

"Makasih ya," ucap Anies sambil melambaikan tangan dan jempolnya.

Sementara itu, di sosial media juga sedang beredar di media sosial foto sumur resapan yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berlokasi di dekat tiang jalan layang di Jakarta.

Foto tersebut mengundang banyak komentar dan kritik dari warganet, karena letaknya yang terlalu dekat dengan tiang jalan sehingga dinilai dapat membahayakan kekuatan infrastruktur jalan tersebut.

"Dibuat di bawah jalan tol, akan mengganggu kekuatan tiang pancang, lambat laun ada erosi air tanah, akan ambles tuh tiang pancang dalam 10 tahun. Apa tidak konsultasi dengan Kementerian PUPR," tulis akun media sosial facebook bernama @LambertusSuwiryo, Selasa (2/3/2021).

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pembina Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengatakan, sumur resapan yang dibangun di dekat tiang jalan jelas akan berpengaruh terhadap ketahanan lateral struktur beton ke samping.

Akan tetapi, jika dilihat dari foto viral tersebut, sumur resapan yang dibangun hanya di satu sisi saja, atau artinya lurus sejajar tanpa mengelilingi tiang jalan. Hal itu masih terbilang aman atau relatif tidak terlalu berisiko.

Namun demikian, Davy menekankan, sebaiknya sumur resapan tersebut tidak dibangun dekat tiang yang sangat vital fungsinya sebagai penyangga jalan.

Dia menyarankan Pemprov DKI membuat sumur resapan di lokasi yang terbilang aman, dan tidak berdekatan dengan gedung-gedung atau bangunan tinggi.

Sementara, persoalan saham pabrik bir, Wagub DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, bahwa pihaknya ingin sekali menjual kepemilikan saham bir PT Delta Djakarta yang merupakan produsen bir merek Anker, Carlsberg, hingga San Miguel.

Alasannya, karena rencana itu merupakan bagian dari janji kampanye Anies-Sandi pada kontestasi Pilkada DKI pada 2017 lalu.

"Saham Delta itu memang kita upayakan. Kita akan jual kembali," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (1/3/2021) lalu.

Riza menegaskan, kalau rencana penjualan saham bir itu belum mendapat restu dari DPRD DKI.

Eksekutif pun kini terus mengajukan agar mendapatkan dukungan dari legislator dalam menjual saham bir di Delta, karena menurutnya eksekutif tidak bisa mengambil keputusan sendiri untuk melepas saham minuman beralkohol ini.

"Prinsipnya eksekutif sudah sepakat akan menjual saham tersebut kepada publik. Namun demikian, harus mendapatkan persetujuan DPRD. Kami menunggu respons teman-teman DPRD," ucap Riza dinukil Suara.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto