Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:54wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Diserang Buzzer, Kwik: Era Pak Harto Saya Kritik Tajam Tapi Tak Sekalipun Ada Masalah

Minggu, 07-Februari-2021 07:00

Ekonom senior Kwik Kian Gie.
Foto : law-justice.co
Ekonom senior Kwik Kian Gie.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom senior Kwik Kian Gie mengaku baru kali ini dirinya sangat ketakutan mengemukakan pendapat yang berbeda di media sosial.

Pasalnya, Kwik menyebut, meski pendapat yang dikemukakan bermaksud baik, namun ia diserang habis-habisan oleh buzzer, bahkan sampai menyerangnya secara personal.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," tulis Kwik Kian Gie di akun Twitternya, Sabtu (6/2/2021).

Kwik lantas membandingkan apa yang dialaminya saat ini dengan era Presiden kedua Soeharto. Ia mengungkapkan, di era Soeharto, dirinya kerap melontarkan kritik tajam tapi tidak pernah mendapat masalah seperti sekarang.

"Zaman Pak Harto saya diberi kolom sangat longgar oleh Kompas. Kritik-kritik tajam. tidak sekalipun ada masalah," cuit mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri itu.

Pada cuitan lainnya, Kwik menyebut dirinya masih satu partai dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni PDIP. Ia juga mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ketum PDIP yang juga Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Namun demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu menegaskan bahwa dirinya tak mau menjadi penjilat atau cari muka demi mendapatkan jabatan.

"Pak @.Marquez, saya ini sejak tahun 1987 kan kader PDI sampai menjadi PDIP, mengalami Kongres Medan dan Surabaya dan tetap kader sampai saat ini. Satu partai dengan Pak Jokowi. Tapi kan tidak lantas harus menjilat terus dan mencari muka terus? Hubungan dengan Mbak Mega masih super," kata @kwikkiangie.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP