Netral English Netral Mandarin
05:57wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Meski Disebut Kafir, Ahok Tetap Jelaskan Iman Kristiani dan Memaafkan Zakiah, Netizen: Pak Ahok Selalu di Hati Emang

Kamis, 01-April-2021 15:00

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
Foto : Batamnews
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam surat wasiat yang ditinggalkan untuk keluarganya, penyerang Mabes Polri Zakiah Aini (25), nama eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok disebut sebagai “kafir”.

Zakiah meminta keluarganya tidak membanggakan Ahok, yang dia sebut sebagai kafir. 

Meski bingung mengapa ia di sebut kafir, Ahok tetap merespons dengan menjelaskan iman Kristiani dan memaafkan Zakiah. 

Sontak warganet menanggapi pernyataan Ahok. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen memberikan apresiasi kepada Ahok.

MLT: “Pak Ahok selalu di hati emang.”

Luhut Tobing: "Benar pak Ahok..maafkan saja dia pak..karena apa yg dia pahami, dia pikirkan,dia ucapkan, dia lakukan terhadap kaum yg dia anggap " kafir “ adalah sesuatu yg TIDAK BENAR. Menurut hemat sy bhw kafir itu adalah yg tidak mengenal Allah, yg tdk mengakui adanya Allah, yg tidak mentaati perintah Allah dan atau yg mengakui adanya Allah ttp sama sekali tdk menjalankan perintah dan ajaran dari Allah, yg menjadikan agama hanya sebagai topeng kepalsuan. Jd yg sebenar2nya kafir itu salah satunya adalah teroris itu sendiri.”

Untuk diketahui, Ahok mengatakan, dalam kepercayaannya sebagai umat Kristen, Allah itu adalah Tri Tunggal. Kristen sendiri menjadi salah satu agama yang diakui secara resmi di Indonesia.

"Allah Tri Tunggal Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah representatif Allah. Allah adalah roh dan tidak berwujud karena Yesus Kristus/Isa Almasih adalah firman Allah yang lahir karena embusan Roh Allah ke dalam rahim perawan Maria. Allah itu Esa dan Tunggal adanya. Kristen menyebutnya Allah Tri Tunggal. Allah trinitas dengan 3 pribadi, bukan ada 3 Tuhan," ujar Ahok, Kamis 1 April 2021.

"Saya tidak mengerti dengan keyakinan saya seperti di atas dianggap kafir," sambungnya.

Meski demikian, Ahok meminta hal ini tidak dibesar-besarkan. Dia mengaku memaafkan Zakiah Aini, penyerang Mabes Polri yang membawa-bawa namanya dalam surat wasiat. Dia juga mendoakan agar keluarga korban dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya diajari untuk selalu memaafkan dan semoga keluarganya dikuatkan dan dihibur oleh Tuhan YME," kata sosok yang kini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina ini seperti dinukil detik.com.

Diketahui, Zakiah Aini (25), sosok wanita yang menyerang Mabes Polri, meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya. Dalam surat wasiat itu, Zakiah Aini menyebut-nyebut Ahok.

Surat itu diawali dengan permintaan maaf Zakiah kepada orang tuanya. Dia menyatakan dirinya menyayangi orang tuanya.

"Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat," demikian tulisan Zakiah pada dua lembar surat wasiat.

Selain itu, Zakiah meminta keluarganya berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridai Allah.

Dia kemudian menyebut-nyebut nama Ahok. Dia meminta agar keluarganya tidak membanggakan Ahok.

"Pesan berikutnya untuk kaka agar rumah Cibubur jaga Dede dan Mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab, kak. Allah yang akan menjamin rezeki, kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak," tulisnya.

Zakiah sendiri menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3) petang. Dia melepaskan enam kali tembakan. Setelah itu, Zakiah ditembak mati oleh polisi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto