Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:21wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Disebut ada Operasi Intelijen terkait Temuan Atribut FPI, FH: Mending Urus Obat Asam Urat Bung!

Rabu, 31-Maret-2021 11:20

Ferdinand Hutahaean
Foto : SUMEKS
Ferdinand Hutahaean
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menanggapi adanya dugaan keterlibatan intelijen dalam penemuan atribut FPI di rumah terduga teroris Jawa Barat.

Menurut Ferdinand, jika tak paham tentang kerja intelijen, jangan mengomentari kerja intelijen. Fungsi Intelijen saja tak paham, yang diketahui Intelijen adalah menyamar.

"Bung, kalau ngga ngerti kerja intel sprt apa, ngga usah sok pengamat intel. Dikit2 rekayasa, settingan, operasi senyap," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

"Fungsi intel sj kamu tak paham, apalagi kerja intel dgn segala operasinya. Paling yg kamu tau intel itu nyamar, itu tok. Mending urus obat asam urat bung..!" ujar dia lagi.

Sebelumnya Anggota TP3 Abdullah Hehamahua menyebut ada operasi intelijen di balik penemuan atribut FPI oleh polisi saat menggerebek rumah terduga teroris di Jawa Barat.

"Kita sudah tahu itu lah dari zaman masih orba sampai sekarang, kalau anda mau yakin baca disertasi Dr Busyro Muqoddas tentang operasi intelijen. Semua itu adalah operasi intelejen untuk mengalihkan perhatian terhadap TP3 mengalihkan perhatian terhadap HRS maka ada bom,” kata Abdullah.

Abdullah menjelaskan alasannya menuding itu sebagai operasi intelijen, pagi terjadi pengeboman di Gereja Katedral, Makassar, tetapi sore sudah ditangkap terduga pelakunya.

Sementara kasus Laskar FPI ini tak kunjung menemukan titik terang setelah beberapa bulan lamanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli