Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:42wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Digitalisasi Dorong Bisnis UMKM Tumbuh Semakin Pesat

Selasa, 16-Maret-2021 17:00

Ilustrasi produk UMKM di pameran.
Foto : Istimewa
Ilustrasi produk UMKM di pameran.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan berbasis di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, mengakui bahwa program digitalisasi yang digalakkan pemerintah bersama swasta telah memudahkan mereka dalam berbisnis.

Danang Kuswanto, pemilik usaha makanan dan minuman "Pawon Mas Kumis", mengatakan bahwa transformasi digital bagi UMKM sangat penting karena teknologi memudahkannya dalam menjalankan bisnis, tidak hanya dalam promosi, tapi juga pembayaran secara non tunai.

"Jika program ini terus dijalankan, pastinya akan ada banyak teman-teman UMKM yang juga tertarik ikut serta dan lebih banyak menggunakan dompet (pembayaran) digital," kata Danang, Selasa (16/3/2021).

Dengan digitalisasi bidang pembayaran, misalnya, Danang mengakui merasakan manfaat kemudahan dalam bertransaksi. Dengan aplikasi DANA, salah satunya, dia bisa menikmati kirim uang tanpa biaya hingga 10 kali per bulan.

Danang juga menegaskan bahwa program digitalisasi UMKM via Gernas BBI bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnis UMKM.

Sependapat dengan Danang, pemilik usaha fesyen "Texere Indonesia" Manjunjung Hutabarat mengatakan bahwa digitalisasi sangat penting pada zaman sekarang karena teknologi memudahkan dalam pembayaran.

"Misalnya, pembayaran dari jauh hanya dengan menggunakan barcode, tidak perlu antre, atau pun tidak perlu pergi ke ATM," katanya.

Manjunjung mengharapkan kolaborasi pemerintah, swasta, dan UMKM seperti dalam Gernas BBI akan menghasilkan lebih banyak kegiatan mulai dari pameran offline hingga eksibisi daring. "Saya berharap juga lebih sering disosialisasikan, sehingga masyarakat lebih paham dan tahu."

Sementara, Saabas Kopi mengatakan bahwa digitalisasi di era sekarang sangat penting, dan apabila UMKM tidak terjun mengikuti gerakan ini, termasuk pembayaran digital, maka ia akan tertinggal.

Digitalisasi UMKM, kata Saabas Kopi, sangat penting. Lewat digitalisasi pemasaran, UMKM juga bisa menjangkau pasar-pasar nasional hingga internasional. "Lewat ponsel, masyarakat sudah bisa menuju barang yang dituju dan mudah melakukan promosi."

Progam Gernas BBI, menurutnya, sangat berpengaruh untuk UMKM, apalagi jika diikuti dengan pameran yang menjadi sarana promosi terbaik. Dengan berpameran ia bisa berinteraksi langsung dengan konsumen.

Baik Danang, Manjunjung, maupun Saabas Kopi, sama-sama mengharapkan bahwa program ini perlu diperbanyak pelatihan-pelatihan bagi UMKM. "Jika ditambah dengan program rutin seperti pelatihan, maka akan baik lagi," ujar Danang.

Danang sangat mengharapkan lebih banyak program bantuan untuk pelatihan, seperti seminar yang sudah ia ikuti selama ini. "Harapannya kegiatan serupa bisa dilanjutkan."

Manjunjung Hutabarat, seperti dilansir Antara, juga punya harapan sama. "Saya berharap lebih sering dan luas dilakukan. Jika saat ini hanya melibatkan perwakilan saja, semoga ke depan lebih banyak partisipan karena UMKM di Sumatera Utara jumlahnya banyak.

Sebagai informasi, dompet digital DANA, yang menjadi mitra pemerintah dalam program pengembangan UMKM Gernas BBI, terlibat dalam kegiatan ini sejak tahun 2020.

Reporter :
Editor : Irawan HP