Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:45wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Dicaci Maki Netizen, Addie MS: Ampun, Kaak…

Sabtu, 13-Maret-2021 11:20

Komposer Addie MS.
Foto : Neo Politik
Komposer Addie MS.
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Musikus, komposer, Addie MS dapat caci makiaan dari warganet yang menganggap ayah dari Kevin Julio dan Tristan ini kerap mencuit dengan kalimat pro pemerintah.

“Tuhan tidak suka ada orang yang tidak menuanikan nazarnya. Maka aku tunikan berjalan kaki Bandung-Jakarta selama beberapa hari, sesuai nazarku kalau aku naik kelas 3 SMA, saking nakalnya saat aku kls 2. Aku takut neraka jahanam,” tulis Addie MS, tanpa mau menyebut sedang menyindir seseorang di akun Instagramnya, Jumat, (12/3/2021).

Namun, warganet menyimpulkan bahwa Addi MS sedang menyindir seorang toko politik yang tidak melaksakan nazarnya. Cuitan Addie mendapat respon kontra. Seperti akun @kebebasan4202180 yang menulis,” “Taik kucing seinman lente & sangat menjijikkan.

Sementara akun @dia_umar memosting,” Seniman fokus dlm bermusk saja, musiknya menjadi ttdk indah lagiketika Anda menjaadi influencer politik, Cuitan Anda pun tendesnsius berpihak. Lama2 popularizes Anda akan padam dan ditinggalkan publik.”

Selanjutnya, @alderach1 menulis,” saran aja nih…sebaiknya musikus netral-netral aja. Kalau sudah jadi artis/muskius sch jadi pilihan harus termin semua peredaan..jangan pro sana-sini, malah mempersempti ruang cari nafkah.

Namun ada juga yang membela Addie seperti, @benny_snyoto degngan mengatakan," Eh busyeettt. Sabar pak sesekali ajak nikmati persembahan Twilite orchestra biar bisa manggut mengikuti irama.

Diikuti dengan akun @FrankyNKRI yang menulis," KADRUN mang ga jauh dari kata-kata kotor. BAwaannya mencaci maki dgn kebencian. Mereka ga banyak. Tapi 1 orang ternak banyak akun krn dibayar. Pokoke nyerang ngebully masif biar seorang2 banyak org. Maka kebanyakan akun anonim."

Komposer

Seperti diketahui, Addie Muljadi Sumaatmadja atau lebih dikenal dengan Addie MS, kelalahiran  Jakarta, 7 Oktober 1959. Ia termasuk salah satu dari pendiri Twilite Orchestra dan sampai sekarang masih memegang tampuk konduktor orkestra. Selain seorang konduktor, Addie juga dikenal sebagai pianis, pencipta lagu, komponis, arranger, dan sekaligus produser musik.

Dilansir Wikipedia, bakat musik Addie turun dari sang kakek, Muhammad Soesilo, yang dikenal sebagai planolog yang merancang kota satelit Kebayoran Baru. Sedangkan ayahnya adalah Bandi Sumaatmadja, mantan pejuang yang menjadi pengusaha. Keinginan Addie untuk terjun ke dunia musik sempat ditentang ayahnya. Namun penolakan dari ayahnya menjadi pemacu bagi Addie untuk menjadikan musik sebagai hidupnya.

Setelah belajar piano klasik dengan Mrs. Rotti, proses belajar musiknya lebih banyak dilaluinya secara otodidak, termasuk bidang orkestrasi, conducting, dan rekaman|Recording engineering. Sebagai upaya untuk terus memperdalam bidang-bidang tersebut, Addie mengikuti beberapa pendidikan singkat. Antara lain, Recording Engineering Workshop di Ohio pada tahun 1984 dan Conducting Workshop yang diselenggarakan oleh American Symphony Orchestra League di Los Angeles pada tahun 1995. Dalam conducting workshop tersebut ia mendapat bimbingan dari Jorge Mester, konduktor Pasadena Symphony Orchestra saat itu, dan Raymond Harvey, konduktor Fresno Philharmonic Orchestra.

Karier Addie di industri musik tanah air dimulai pada tahun 1979 sebagai arranger maupun produser untuk album-album rekaman penyanyi-penyanyi pop. Penyanyi yang mendapat besutan tangan dinginnya, antara lain Vina Panduwinata, Utha Likumahuwa, Chrisye, Krisdayanti, hingga musisi mancanegara seperti Suzanne Ciani dari Amerika Serikat.

Addie telah meraih 3 Golden Trophy BASF Awards sebagai penata musik terbaik, 2 Golden Records untuk album Vina Panduwinata, dan 2 Silver Records untuk album Chrisye.Addie pernah membuat 3 orkestrasi dalam album Dream Suite karya Suzanne Ciani, yang dinominasikan dalam Grammy Awards ke-38 sebagai The Best New Age Album.

Pengalamannya dalam dunia musik antara lain sebagai penata musik dan konduktor untuk lagu "Sayang" ciptaan Titik Hamzah pada Festival Internacional de la Cancion, Chili, pada tahun 1983 serta music director untuk BASF Awards selama 7 tahun berturut-turut. Pada tahun 2005 Addie dipercaya memimpin Manila Philharmonic dalam acara Miss ASEAN di Jakarta. Setelah 15 tahun meninggalkan jalur musik pop dan berkonsentrasi di musik simfonik, Addie mulai berkiprah kembali di musik pop saat tampil sebagai music director dan konduktor dalam konser tunggal Vina Panduwinata, Viva Vina pada tahun 2006

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani