Netral English Netral Mandarin
21:54wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Dewi Tanjung: Teroris Paling Bodoh Adanya di Indonesia, Mau-maunya Dibohongi sama Sang Guru

Rabu, 31-Maret-2021 02:15

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP, Dewi Tanjung (DT) mengatakan bahwa teroris paling bodoh ada di Indonesia.

Hal ini dikatakannya lantaran menyindir pelaku bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar Jl Kajaolalido - MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) kemarin.

Menurut Dewi pelakunya bodoh karena mau saja dibohongi oleh sang guru dengan dogma-dogma yang menyesatkan.

"TERORIS PALING BODOH ADANYA DI INDONESIA Mau-maunya di Bohongi sama Sang Guru, Apabila Benar melakukan Bom Bunuh diri itu Mati Sahid & masuk surga lalu ketemu sama 72 Bidadari," tulis Dewi di akun Twitternya.

Dewi lantas mempertanyakan, kenapa tidak gurunya saja yang melakukan bom bunuh diri.

"Kenapa Tidak Guru dulu yg Melakukan Bom Bunuh diri karena Pasti Masuk Surga," ujarnya.

Cuitan Dewi pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Rabu (31/3/2021).

 

@HERRYHe80260656: Mereka semua adalah orang2 BODOH bin TOLOL bin GOUBLOUG.bin BEGO..bin DUNGU.. bin.. bin.. bin.......      ?????

@goblok681: Yg pegang kunci sorga kan mereka nyaii...Cuma heran aja..sorganya du mna ya...di puncak..???

@KeikaSisi: Namanya juga keledai dungu Nyai mana mungkin otaknya buat mikir yang rasional,Kan gerombolan mereka cara berpikirnya Di bolak balik

@Bevibevy: karena logika mereka gak jalan.. klo saya didoktrin suruh bunuh diri, saya ajak sekalian guru yg doktrin nya.. hayooooo sekalian sama kamu ikut bunuh diri dijamin ngacir guru yg ngedoktrin nya.. Hahah

@Didin53014893: Satu bidadari aja ga mau dg buruk rupa  apalagi banyak bidadari kan dah gosong kena bom

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati