Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:45wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Dewi Tanjung: Novel Baswedan Jangan Memancing di Air Keruh!

Rabu, 10-Februari-2021 23:10

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Partai PDI Perjuangan Dewi Tanjung meminta penyidik KPK Novel Baswedan untuk jangan memancing di air keruh atas komentarnya yang menyalahkan kepolisian atas kematian Ustad Maher di Rutan Bareskrim. Menurut Dewi, masih untuk polisi masih mau menutupi aib dai yang ditahan karena kasus ujaran kebencian tersebut.

“Novel Baswedan Jangan Memancing di air yg keruh

Apabila kematian si MAHER itu karna penyakit kotor yg memalukan apa Kau masih menuduh polisi keterlaluan ?

Masih untung Polisi ikut menutupi Aib Si Maher.

Apabila di umumkan seorang ustad mati karna HIV Aids yg malu  keluarganya,” tulis Dewi di akun Twitternya, Rabu (10/2/2021).

Diberitakan sebelumnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan merasa miris mendengar kabar meninggalnya Ustaz Maaher At Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Novel meminta supaya aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang notabene bukan extraordinary crime.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Pdhl kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Org sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jgn keterlaluanlah.. Apalagi dgn Ustadz. Ini bukan sepele lho..” cuit Novel Baswedan melalui akun twitter @nazaqista, Selasa (9/2/2021).

Cuitan tersebut sontak memancing beragam respon dari netizen.

Ada yang menyebut Novel telah memprovokasi, ada pula yang membela dan mendukung pernyataannya.

Hingga kini, cuitan tersebut telah dibanjiri ratusan komentar dan diretweet oleh lebih dari seribu akun.

 

 

 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati