Netral English Netral Mandarin
05:54wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Dewi Tanjung: Muak Baca Berita Kudeta Partai Demokrat 

Rabu, 10-Maret-2021 17:18

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Youtube
Politisi Dewi Tanjung
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengaku muak membaca berita soal isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat. 

"Nyai sampai muak baca berita kudeta Partai Demokrat," tulis Dewi di akun Twitternya, @DTanjung15, Rabu (10/3/2021). 

Pasalnya, Dewi menilai, kisruh yang terjadi di Demokrat saat ini semuanya hanya seputar kepentingan pribadi dan golongan. Menurutnya, partai berlambang bintang mercy itu cuma mencari keuntungan dan tak punya jiwa nasionalisme. 

"Demokrat itu partai yang hanya mencari keuntungan doang tidak memiliki Jiwa nasionalisme," kata Dewi. 

"Liat saja tingkah laku kader-kadernya dan Dinasty Cikeas, semua hanya mementingkan urusan pribadi dan golongan. Jadi Muak aja liat beritanya," pungkasnya. 

Seperti diketahui, isu kudeta atau pengambilalihan secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat, ramai diberitakan sebulan terakhir sejak isu itu dihembuskan oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 1 Februari 2021 lalu. 

Saat itu, AHY membeberkan adanya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara ilegal dan inkonstitusional oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai yakni oknum pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Jokowi. 

Isu itu kian ramai diperbincangkan setelah sejumlah kader Demokrat menyebut bahwa sosok eksternal di lingkaran dekat Presiden yang diduga terlibat dalam GPK-PD itu adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. 

Belum reda isu soal keterlibatan Moeldoko, publik kembali disuguhi pemberitaan mengenai keputusan DPP Partai Demokrat memberhentikan secara tidak hormat sejumlah kadernya karena dinilai terlibat dalam GPK-PD. 

Puncak dari isu kudeta Partai Demokrat yang jadi sorotan beberapa hari belakangan ini adalah digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat (5/3/2021). Kongres tersebut digagas sejumlah kader senior Demokrat yang dipecat oleh DPP Demokrat pimpinan AHY. 

Dalam KLB itu, KSP Moeldoko dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Forum KLB juga menyatakan Ketua Umum Partai Demokrat Kongres V Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan telah demisioner.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati