Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:56wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Denny Siregar: Borobudur Cuman Punya C doang, Bisakah Pak Ganjar Mengubah Semuanya? Ngga Akan Bisa

Senin, 12-April-2021 08:45

Kloase Ganjar Pranowo dan Denny Siregar
Foto : Istimewa
Kloase Ganjar Pranowo dan Denny Siregar
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar mengunggah catatan menariknya tentang pendangannya terehadap objek wisata Candi Brobudur. 

Denny menanggapi rencana Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut sehingga “Budaya Jawa” hidup dan menghidupi masyarakat sekitar candi. 

Namun, Denny berpandangan hal itu tak akan bisa terwujud. Denny pun membandingkannya dengan Bali di mana semua unsur ada mulai dari A sampai Z. 

Sementara di Borobudur, kesannya hanya ada ‘C’ yakni Candi. 

“Bali punya segalanya, mulai dari A sampai Z sehingga menjadi destinasi wisata internasional yang terkenal. Borobudur cuman punya C doang, yaitu candi. Orang bosan jadinya, tidak bisa mengeksplore lebih dalam..,” kata Denny, Minggu malam 11 April 2021.

“Bisakah pak Ganjar mengubah semuanya ? Ngga akan bisa,” imbuhnya. 

“Sebelum semua warga Magelang sepakat untuk ikut berubah dan mengedepankan budaya Jawa mereka, sehingga ketika kita kesana, kita terkesan dengan kulturnya, bukan hanya jualan candinya..,” tegas Denny.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

JUJUR, GUA BOSAN KE BOROBUDUR..

Beberapa hari lalu saya jalan-jalan ke Magelang..

Kebetulan disana ada konser virtual "Sound of Borobudur" yang digawangi Trie Utami, Purwacaraka dan Dewa Bujana. Hadir juga Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Saya bicara sama pak Ganjar, "Jujur saya bosan sama Borobudur.." Dia ketawa.

"Kenapa ?" Tanyanya.

Saya cerita, saya berkali2 ke Borobudur dan gak ada kesan apapun selain hanya liat candi. 

Habis liat candi, pegang2 stupa, trus pulang. Gada niat untuk memperpanjang liburan disana. Langsung ke Jogja, disana banyak yang bisa saya lakukan. Belanja, lihat2 kraton dan lain2. 

Sehingga saya akhirnya punya persepsi, Borobudur adalah salah satu destinasi kalau libur ke Jogja. Padahal Borobudur ada di kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Beda daerah.

Pak Ganjar cerita, "Bukan situ aja yang bilang gitu. Turis asing juga. Makanya lebih banyak turis ke Jogja daripada tinggal di sekitar candi. Yang dijual Jogja itu budayanya. Sehingga kalau turis asing kesana, mereka merasakan budaya jawanya. Jogja jadi hidup. Sedangkan candi Borobudur benda mati. Kehidupan disekitarnya tidak hidup. Akhirnya Borobudur cuma kelewatan aja. Ini yang mau kita ubah..."

Saya lalu ikut tur keliling disekitar wilayah Borobudur. Ternyata memang mereka berbenah. 

Rumah2 penduduk didesain supaya bisa jadi homestay yg menyenangkan. Balai2 desa dibangun supaya bisa jadi tempat kongkow turis merasakan kultur Jawa yang kental. 

Ini jelas pekerjaan besar. Butuh waktu tahunan supaya wajah Borobudur berubah. Bisa berhasil, bisa juga gagal. Mental warga sekitar juga harus ikut berubah. 

Mereka harus sadar bahwa wisata budaya itu lebih menarik daripada wisata mata. Contoh, Bali. 

Kita ke Bali bukan karena pantai Kutanya. Atau karena tari kecaknya. Tapi masyarakatnya yang tetap menjaga budaya mereka yang kuat ditengah arus modernisasi yang hebat. 

Bali itu wisata budaya, bukan wisata mata. Disana kita seperti masuk ke kehidupan lain, yang berbeda jauh dengan tempat kita tinggal. 

Mulai dari cara berpakaian mereka, rumah2 mereka, musiknya, tempat ibadah mereka, bahkan bau dupanya selalu terngiang. 

Ditambah tempat2 makanan yang beda dan kaya rasa. Dan kita selalu ingin kembali kesana karena Bali meninggalkan kesan yang dalam. 

Bali punya segalanya, mulai dari A sampai Z sehingga menjadi destinasi wisata internasional yang terkenal. Borobudur cuman punya C doang, yaitu candi. Orang bosan jadinya, tidak bisa mengeksplore lebih dalam..

Bisakah pak Ganjar mengubah semuanya ? Ngga akan bisa. 

Sebelum semua warga Magelang sepakat untuk ikut berubah dan mengedepankan budaya Jawa mereka, sehingga ketika kita kesana, kita terkesan dengan kulturnya, bukan hanya jualan candinya..

Seruput kopinya? 

Denny Siregar

Upaya Gubernur Ganjar

Sementara secara terpisah, diberitakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi kediaman seniman Tanto Mendut di Kabupaten Magelang, pada Rabu malam, 7 April 2021. 

Dia membahas rencana pengembangan kawasan objek wisata Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas nasional.

Keduanya terlihat mengobrol santai dan "gayeng" sambil menikmati sajian berupa wedang markisa serta sajian makanan ala negara Jepang.

Ditemui usai pertemuan, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Candi tidak cukup hanya dikembangkan dengan pembangunan fisik.

 Penggalian nilai historis, nilai budaya, seni, arsitektur yang sangat harus digali sebagai bagian pengembangan Borobudur.

"Saya ingin menjadikan Borobudur sebagai destinasi wisata yang lengkap dan utuh, maka saya menemui Mas Tanto Mendut ini, sebagai bagian mewujudkan itu," kata Ganjar.

Salah satu kegiatan yang ingin diwujudkan Ganjar dengan Tanto Mendut dalam waktu dekat adalah menghidupkan seni musik dan tari dengan membuat sebuah acara pagelaran "Sound of Borobudur" seperti yang tergambar dalam relief-relief Candi Borobudur.

"Saya ingin mengembangkan banyak hal dari Borobudur. Salah satunya adalah musik dan tari. 'Sound of Borobudur' tentu akan membuat pengembangan kawasan ini semakin menarik," ujarnya seperti dilansir tempo.co.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto