Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:04wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Denny: Saya Dukung KPK, OTT Oke  tapi Mbok ya Jangan Gitu2 Aja Kerjanya, Coba ke Balai Kota di Sana Banyak Kasus...

Sabtu, 27-Februari-2021 12:32

Ilustrasi Gedung KPK
Foto : Bipol
Ilustrasi Gedung KPK
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyoroti kinerja KPK. Menurutnya, operasi tangkap tangan (OTT) sebenarnya baik namun sebaiknya jangan hanya itu saja yang dilakukan.

Ada kasus lain yang rumit hendaknya tidak dilupakan. Ia mencontohkan tentang kasus korupsi BPJS dan soal dugaan kasus lain di Balai Kota. Namun Denny tak menyebut Balai kota mana.

"Gini lho pemberantasan korupsi itu. Yang diselidiki yang model operasionalnya canggih. Saya dukung @KPK_RI  jg tangkep pejabat2 korupsi itu. Tapi mbok ya jangan gitu2 aja kerjanya. OTT oke, tp yg rumit jgn lupa," kata Deny, Sabtu (27/2/21).

"Coba ke balaikota deh, disana banyak kasus," imbuhnya.

Denny juga mengunggah tautan kasus korupsi BPJS. Ungtuk diketahui, Kejagung baru-baru ini tengah melakukan penyelidikan terkait investasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan. Penyelidikan dilakukan untuk mengusut kemungkinan adanya penyimpangan dalam investasi itu.

"Masih tahap penyelidikan. Nilai investasinya sedang dihitung, belum selesai," kata Direktur Penyidikan Kejagung Febrie Adriansyah kepada wartawan, Kamis (7/1).

Ia menyebut indikasi kuat adanya penyimpangan dalam investasi itu sebab diduga ada kerugian yang dialami BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu yang didalami penyelidikan ialah apakah kerugian itu timbul karena adanya korupsi.

"Ada indikasi kuat terjadi penyimpangan dalam investasi sehingga BPJS rugi cukup besar. Sedang kita dalami apakah ini masuk ruang lingkup tipikor atau memang kerugian di sisi bisnis investasi," kata Febrie.

Kejaksaan Selidiki Dugaan Penyimpangan Investasi Triliunan BPJS Ketenagakerjaan (1)

Menurut dia, penyelidikan masih dilakukan. Apabila ditemukan indikasi korupsi disertai dengan alat bukti, akan segera dinaikan statusnya menjadi penyidikan. 

"Kita lagi percepat untuk kepastiannya. Kalau ada alat buktinya segera naik ke penyidikan. Jika itu risiko bisnis segera juga kita hentikan penyelidikannya," ucapnya. 

Kejaksaan Selidiki Dugaan Penyimpangan Investasi Triliunan BPJS Ketenagakerjaan (2)

Diketahui, BPJS Ketenagakerjaan berinvestasi dalam bentuk saham, reksadana, dan properti. Dalam perkara ini, diduga yang tengah diusut adalah investasi dalam bentuk saham dan reksadana saja.  

Belum diketahui nilai pasti dari investasi yang diduga ada penyimpangan tersebut. Namun Febrie mengatakan nilainya capai triliunan rupiah.  "Ya triliunan," pungkasnya seperti dilansir Kumparan. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto