Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:24wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Terus Jelaskan Investasi Miras, Denny Kenang Pernah Bakal Dibunuh Panglima Buruh, Tak Diduga kemudian...

Selasa, 02-Maret-2021 08:35

Denny Kenang Pernah Diancam Bakal Dibunuh Panglima Buruh
Foto : Jakarta Expres
Denny Kenang Pernah Diancam Bakal Dibunuh Panglima Buruh
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar tak hentinya berusaha jelaskan arti investasi miras yang digagas pemerintah Jokowi. Namun banyak warganet tak sependapat dengan gagasannya. 

Meski demikian, ia tetap berusaha menjelaskan secara logis. Hal ini seperti tercermin dalam video akun Channelnya. 

Denny pun mengisahkan dahulu pernah diancam oleh seorang panglima buruh karena merasa dihina. Namun beberapa tahun kemudian bertemu lagi dan ia dirangkul. Panglima buruh itu mengucapkan terima kasih karena dibukakan pikirannya oleh Denny. 

"Jadi inget, dulu diburu sama panglima buruh mau dibunuh krn menghina katanya. Bbrp taun kemudian, waktu jd pembicara di Bekasi ketemu mrk. Mrk peluk gua dan terimakasih krn sdh buka pikiran mrk. Mrk sdh jadi pengusaha sukses skrg. Kebenaran itu pahit spt kopi, tp menyadarkan," kata Denny, Senin malam (1/3/21).

Sementara sebelumnya ia mengatakan: "Masalah mau buka pabrik miras atau tidak, itu adalah kebijakan Pemda setempat. Semua tergantung kepala daerahnya"

"@jokowi  hanya buka peluangnya saja. Perpresnya itu perpres investasi, bukan legalisasi. Sapa tau bs buka lapangan kerja dan ekspor. Masak gini aja ga ngerti?" tegas Denny. 

Sebelumnya diberitakan, keputusan Presiden untuk membuka investasi miras disambut pro dan kontra. Kalangan penolak menilai peraturan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut tidak mempertimbangkan dampak buruk sosial yang ditimbulkan dari minuman keras.

Sementara pihak yang mendukung menyebut investasi minuman alkohol bakal membuka peluang penyerapan tenaga kerja, menambah pemasukan negara, dan mengendalikan peredarannya yang saat ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto