Netral English Netral Mandarin
16:37wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Jarang Nulis tapi Tetap Antiradikalisme dan Cinta NKRI, DS: Karena Cinta Tanah Air Bukti Keimanan Kita

Jumat, 12-Maret-2021 09:05

Denny Siregar (sebelah kanan)
Foto : FB/Denny Siregar
Denny Siregar (sebelah kanan)
48

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepada publik, Denny Siregar mengisahkan mengapa ia sekarang jarang menulis. Menurutnya, dunia telah berubah di mana banyak generasi muda lebih menyukai visual ketimbang menulis.

Di sisi lain, Denny mengaku dahulu sering menulis dan berjiwa introvert. Namun ia harus menjawab perubahan zaman sehingga memutuskan menceburkan diri dalam dunia visual.

Bersama rekan kerjanya, ia akhirnya membuat Cokro TV dan saat ini ia sedang merintis film sebagai alat propaganda tentang nilai cinta tanah air, anti radikalisme, dan pro-NKRI bagi generasi muda. Karena menurut Denny, Cita tanah air adalah bukti keimanan kita. 

Untuk lebih jelasnya, berikut catatan lengkap Denny Siregar, yang dikutip Netralnews, Jumat (12/3/21).

KENAPA JADI JARANG MENULIS ?

Gara2 pak Peter F Gontha, saya jadi pengen sedikit cerita..Dalam perjalanan panjang di media sosial, banyak menulis tentang radikalisme di Facebook, saya makin gelisah..

Semakin lama saya sadar, bahwa pembaca tulisan semakin berkurang. Dan usia mereka berkisar di 30 tahun keatas. Sedangkan kelompok radikal masuk ke usia-usia remaja, usia 15 tahun keatas. Mereka bergerak melalui konsep artis hijrah, mahasiswa, pengamen jalanan dan genk motor. Mereka membangun pasukan disana.

Dan benar. Ketika terjadi demo besar, anak2 itu yang diturunkan untuk berhadapan dengan aparat. Sedang penggeraknya ada di hotel mewah, makan makanan enak dan jumpa pers seolah-olah mereka perduli dengan situasi. 

Saya sadar akhirnya, dunia sudah berubah. Untuk menjangkau remaja itu, saya harus masuk ke dunia audio visual. Harus mengubah diri dan memaksakan diri masuk kesana, meski itu bukan habitat saya. Saya penulis, sedikit introvert, bukan orang yang biasa tampil di media visual.

Tapi perubahan harus disambut. Maka, bersama beberapa teman, dibangunlah CokroTV di youtube sebagai saluran untuk menyampaikan pikiran. Sulit awalnya karena tidak terbiasa, tapi sekarang sudah lancar lah

Teori saya benar. Penonton CokroTV sekarang sudah banyak usia 18an, mahasiswa dan remaja yang perduli pada negara. Dan akhirnya banyak yang terinspirasi untuk membuat hal yang sama di youtube. Pasukan di audio visual makin bertambah, jangan sampai media ini dikuasai kadrun dan dipakai untuk mencuci otak para remaja. 

Kemudian saya kaget lagi ketika muncul animasi Nusa dan Rara, dan siapa yang ada dibaliknya. Gila. Mereka memang pintar dan adaptif dengan teknologi. Mereka sekarang menyasar anak2 juga. Dana dari mana mereka ? Sedangkan untuk bangun saluran youtube aja saya dan teman2 sudah ngos-ngosan..

Saya kontak beberapa orang, "Saya pengen bikin film. Bertarung dengan mereka disana. Film adalah media propaganda. Kalau kita tidak masuk kesana, selesai bangsa kita.." 

Mereka ragu, kamu tahu apa tentang film ? Ditolak banyak orang, tapi gak menyerah karena kata menyerah tidak ada dalam kamus saya.

Setahun saya meyakinkan beberapa orang dan dengan penuh keraguan mereka memberikan logistik juga, meski minim tapi Alhamdulillah. Kami kuras semua yang kami punya untuk bergerak disana. Sekarang dalam proses editing, mudah2an 2-3 bulan lagi bisa tayang.Pesan moralnya dari cerita ini adalah saya minta maaf kalau sekarang jarang nulis 

Dunia bergerak cepat, badan cuman satu, tapi setidaknya saya ingin kelak ketika pergi dari dunia ini, saya bisa meninggalkan inspirasi untuk anak2 muda supaya terus berkarya. 

Dan semua karya itu, dalam bidang apapun, diniatkan sebagai bagian perjuangan dalam mencintai Indonesia. Karena mencintai tanah air adalah sebagian dr bukti keimanan kita..

Seruput kopinya, dan jangan lupa nanti kalau sudah tayang nonton yaaa...Seruputtt..Denny Siregar

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto