Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:11wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Demokrat Diguncang KLB, Istri AHY Bersuara: Partai Dirampok dan Pemerkosaan Demokrasi!

Sabtu, 06-Maret-2021 17:40

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
Foto : Jawa Pos
Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan
43

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan, membuat sejumlah pernyataan keras di akun Twitternya terkait Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

Menurut Annisa, yang terjadi saat ini bukan hanya soal upaya sejumlah orang untuk 'merampok' Partai Demokrat, tetapi lebih dari itu ada masalah yang lebih besar yakni 'pemerkosaan' demokrasi.

"Ini bukan hanya permasalahan sebuah partai dirampok tapi masalah lebih besar lagi “Pemerkosaan” Demokrasi suatu negara," tegas Annisa Pohan, Jumat (5/3/2021).

Pada kicauan lainnya, Annisa memprotes narasi di media yang menyebut Partai Demokrat terbelah dua. Ia menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di Demokrat.

Alasannya, Annisa mengatakan, KLB di Sumut itu bodong karena para peserta yang hadir berpura-pura menjadi DPC dan DPD Demokrat padahal tidak punya jabatan dan suara alias palsu.

"Kok terbelah dua? wong yang datang ke kongres semua sudah bukan anggota sah. Seluruh kader solid di satu komando," tulis @AnnisaPohan.

"Boleh di cek itu siapa aja yang hadir di #kongresbodong semua berpura-pura menjadi DPC atau DPD. Melanggar hukum itu pura-pura punya jabatan dan suara padahal palsu," ungkapnya.

Selain itu, mantan presenter olahraga ini juga mengunggah sejumlah artikel berita dari berbagai media dan me-Retweet cuitan atau pernyataan politisi Demokrat hingga pengamat yang pada intinya mengkritik, mengecam KLB di Sumut serta manuver Moeldoko.

Video dan berita soal para kader dari berbagai daerah yang menyatakan tetap solid, setia dan mendukung penuh kepemimpinan AHY serta menolak KLB Sumut, juga diunggah Annisa di akun Twitternya.

"Ketika sebuah Partai Politik diambil haknya secara paksa dengan melanggar konstitusi, lebih lagi ada “pembiaran” dari yang punya kuasa. Apalagi dengan hak Rakyat kecil? Siapa yang akan lindungi? apakah kita akan terus diam?" bunyi cuitan Annisa Pohan hari ini, Sabtu (6/3/2021).

Seperti diberitakan, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), memilih Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Moeldoko dipilih secara aklamasi oleh peserta KLB walaupun ia tidak hadir di dalam acara itu.

Keputusan peserta KLB memilih Moeldoko kemudian disahkan lewat pengetukan palu sidang oleh pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang kalah suara ketika voting dilaksanakan.

"Memutuskan menetapkan, pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2025. Setuju?," tanya Johnny Allen yang dijawab 'setuju' oleh peserta KLB.

Dalam KLB itu, juga diputuskan bahwa kepengurusan Partai Demokrat dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati